Korban Lapindo Keluhkan Pungutan Liar

Rabu, 12 Desember 2007 | 11:59 WIB TEMPO Interaktif, Sidoarjo: Warga desa Desa Gempol Sari, Porong, Sidoarjo yang menjadi korban lumpur Lapindo mengeluhkan pungutan dalam proses pembayaran ganti rugi. Pungutan itu dilakukan kepala desa setempat. “Kami hanya dapat uang muka ganti rugi 20 persen, kalau harus diminta 25 persen berarti harus torok (rugi) 5 persen,” ujar H. Arifin, Koordinator warga, dalam unjuk rasa yang di depan Pendopo Delta Wibawa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, hari ini.

Warga mendesak Bupati Sidorjo Win Hendarso memperingatkan lurah terkait untuk segera menghentikan pungutan. Sebab berdasarkan Peratura Presiden Nomor 14 tahun 2007, korban Lapindo tidak dikenakan biaya sepeserpun untuk menerima uang ganti rugi.

Pungli yang dilakukan pejabat Desa ini, lanjut Arifin, dengan alasan untuk biaya administrasi, plus pengurusan berkas dan sisanya untuk khas Desa. Untungnya, pungli ini belum berjalan lantaran dari total 92 berkas milik warga Gempol Sari atau sekitar 6 hektar tanah ini, seluruhnya hingga kini belum mendapatkan uang muka ganti rugi 20 persen. (Rohman Taufiq)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: