Kolam Penampungan Lumpur Kritis

RADAR SIDOARJO Sabtu, 29 Des 2007
SIDOARJO – Hingga kapan kolam-kolam lumpur (ponds) mampu menampung debit air hujan? Sejumlah kolam lumpur sedang kritis karena elevasi tanggul dengan permukaan lumpur sudah tipis. Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) berkonsentrasi membuang lumpur ke Kali Porong untuk menghindari tanggul jebol.

Berdasar pengamatan Jawa Pos di lapangan, kolam-kolam penampungan yang mulai kritis itu, antara lain, terlihat di kawasan Desa Kedungbendo. Lumpur bercampur air sempat meluberi tanggul. Di kawasan Perum TAS dan Desa Renokenongo, permukaan lumpur dan tanggul juga sangat mepet. Hanya tersisa kurang dari satu meter.

BPLS hingga kini masih memperbaiki dan meninggikan tanggul. Namun, karena tidak ada drainase, air menggenangi sawah dan jalan-jalan desa di sekitar tanggul.

Humas BPLS Achmad Zulkarnain mengatakan, tanggul penuh disebabkan hujan beberapa hari ini. Air itu tergenang di dalam kolam, terutama di kawasan utara. Sebab, di kawasan tersebut belum ada drainase untuk menampung dan mengalirkan air di kolam dan sekitarnya.

Agar tidak terjadi luberan, katanya, BPLS menghentikan pengaliran lumpur ke utara seperti ke Kedungbendo dan Renokenongo. Pengaliran diarahkan ke selatan. “Selama musim hujan kami arahkan ke Kali Porong, ” ucapnya.

Kemarin, permukaan Kali Porong di sekitar spillway mulai surut. Pipa pembuangan lumpur yang sebelumnya tertutup air terlihat lagi. “Debit terakhir mencapai 635 meter kubik per detik,” kata Zulkarnain. (riq/roz)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: