135 Jiwa Mengungsi Akibat Tanggul Lapindo Jebol

Jum’at, 04 Januari 2008 | 11:54 WIB TEMPO Interaktif, Sidoarjo:Jebolnya tanggul penahan lumpur panas Lapindo di Desa Ketapang Keres, Tanggulangin, Sidoarjo, tadi malam, membuat 43 keluarga atau 135 jiwa warga desa setempat terpaksa mengungsi karena rumah mereka diterjang lumpur panas.

Tadi malam sekitar pukul 22.15 WIB, tanggul setinggi 9 meter di Desa Ketapang Keres jebol. Akibatnya, tak hanya Jalan Raya Porong dan rel kereta api Surabaya-Malang dan Surabaya-Banyuwangi yang tergenang, perkampungan di desa setempat juga diterjang lumpur.

Seluruh korban lumpur itu kini ditampung di lokasi pengungsian Pasar Baru Porong. “Kami sudah sediakan sebanyak 3 ribu nasi bungkus untuk persiapan bagi pengungsi,” ujar Muslih Syasir, Kepala Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, di sekitar lokasi jebolnya tanggul, Jumat (4/1).

Untuk mengantisipasi terus meluasnya luberan lumpur, pemerintah setempat bersama Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) juga mendatangkan dua mesin penyedot lumpur. Mesin ini akan berusaha mengalirkan lumpur di desa tersebut ke Sungai Kali Tengah.

“Dua unit mesin, masing-masing berkekuatan 300 liter per detik, akan segera kami operasikan,” kata Mustofa, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pengairan, Jawa Timur

Mustofa tidak bisa menjamin apakah dua mesin tersebut mampu untuk menyedot air dan lumpur. Apalagi, hingga pagi ini genangan air terus meninggi akibat hujan yang terus mengguyur kawasan tersebut. Sementara, jebolnya tanggul hingga saat ini juga belum berhasil ditutup.

Rohman Taufiq

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: