Warga Ketapang Tuntut Masuk Peta Terdampak

RADAR SIDOARJO Sabtu, 05 Jan 2008
Setelah Tanggul Jebol yang Lumpuhkan Porong
SIDOARJO – Kegelisahan warga Desa Ketapang, Kecamatan Tanggulangin, memuncak. Kemarin (4/1), mereka menuntut masuk peta daerah terdampak lumpur. Itu menyusul peristiwa tanggul jebol Kamis (3/1) malam yang berakibat air bercampur lumpur merendam desa tersebut.

Kepala Desa Ketapang Warsono, 45, menyatakan, tuntutan itu merupakan desakan warga, usul perangkat desa, sekaligus pendapatnya pribadi. Alasan warga, mereka sudah lama cemas akibat luberan lumpur. “Daripada kami tidak bisa tidur nyenyak, lebih baik rumah-rumah kami dibeli saja oleh Lapindo. Semuanya kalau bisa,” kata Warsono, yang sedang membersihkan rumahnya akibat luberan air bercampur lumpur.

Warga, kata dia, menyesalkan tidak adanya peringatan sebelum tanggul jebol di dekat PT Osaka Kamis malam. BPLS juga tidak mengingatkan adanya bahaya sama sekali. “Malah, saya sendiri bersama warga yang memeriksa tanggul (yang jebol) itu,” ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, ratusan rumah di RT 2, 3, dan 4 di RW 1 serta RT 5, 14, dan RT 6 di RW 2 terendam luapan air bercampur lumpur hingga setinggi 1 meter. Rumah di kawasan tersebut dihuni sekitar 600 kepala keluarga atau 2.500 jiwa.

Sebelum tanggul jebol Kamis malam, tambah dia, warga RT 1 dan RT 7 warga Desa Ketapang di sisi timur jalan raya mengungsi. Mereka keluar dari desa setelah terjadi ledakan pipa gas Pertamina pada November 2006.

Menurut Warsono, setelah peristiwa tanggul jebol yang melumpuhkan Jl Raya Porong itu, sebagian besar warganya masih bertahan di rumah. Hanya sekitar 5 KK yang mengungsi ke Kantor Kecamatan Tanggulangin. Mereka cuma mengungsikan barang ke rumah famili. Warsono belum menganjurkan warganya mengungsi. Sebab, desa itu baru kebanjiran air, bukan lumpur. “Kalau sudah banjir lumpur, saya instruksikan warga mengungsi,” tegasnya.

Jumat (4/1) dini hari, ratusan warga Ketapang memang berhamburan keluar desa. Mereka membawa keluarga dan barang-barang yang bisa diselamatkan. Warga tampak berjajar bersama barang-barang di sepanjang Jalan Raya Ketapang hingga dekat rel KA Desa Kalitengah.

Hinggapukul14.30, genanganairdiDesa Ketapang menyusut. Tinggi genangan tinggal sekitar mata kaki orang dewasa. Namun, air masih menggenangi rumah.

Di bagian lain, Camat Porong Syaiful Aji mengatakan, ada sekitar 42 KK warga Porong yang terimbas tanggul jebol. Mereka adalah warga RT 1, 3, 4, dan 12, Kelurahan Siring, yang tinggal di barat jalan (arteri Sidoarjo-Porong),” ungkapnya.

Mereka, lanjut Syaiful, sudah diungsikan ke pusat penampungan pengungsi di Pasar Porong Baru (PPB). Namun, menurut Yusron, petugas di Posko Satlak Penanggulangan Bencana di PPB, jumlah warga Siring di PPB belum terdata dengan akurat. “Sebagian besar kembali ke rumah masing-masing pagi tadi (kemarin, Red). Mungkin cuma barang-barangnya yang diungsikan ke sini (PPB, Red),” ujarnya. (sat/roz)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: