Presiden: Penanganan Lumpur Sidoarjo Jangan Timbulkan Insiden Baru

08/01/08 17:58

Jakarta (ANTARA News) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta, agar penanganan luapan lumpur Sidoarjo terus dilakukan dan dikelola secara baik, agar jangan sampai menimbulkan insiden baru seperti jebolnya tanggul, meluapnya lumpur, apalagi korban manusia.

“Kita minta, agar dikelola dengan baik. Jangan sampai ada insiden baru, jangan sampai ada jebolan tanggul, luapan lumpur, apalagi korban-korban baru. Ini yang saya tekankan dan terus dilakukan upaya penanggulangan itu,” katanya dalam jumpa pers di Kantor Departemen Pekerjaan Umum (PU) Jakarta, Selasa, usai pemaparan oleh Menteri PU, Djoko Kirmanto, yang dilanjutkan dengan rapat kabinet terbatas.

Meskipun masalah lumpur Sidoarjo tidak termasuk yang dibicarakan dalam pertemuan di Kantor Departemen PU itu, namun kata Presiden, dirinya telah meminta laporan perkembangan terbaru (up date) perkembangan penanganan lumpur di Sidoarjo dari Kepala Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo, Soenarso.

“Yang jelas, langkah untuk penanganan luapan lumpur Sidoarjo terus dilakukan, baik yang menyangkut konstruksi, penguatan tanggul-tanggul, upaya menghentikan luapan lumpur, pengaliran lumpur ke tempat yang aman, serta aspek sosial pembelian tanah,” kata Kepala Negara.

Dikatakan Presiden, pembayaran 20 persen kepada masyarakat juga sudah dilakukan. Dari target 10.000, ternyata sudah dibayarkan kepada 12.000 orang.

“Kalau ada yang masih belum selesai saya minta diselesaikan agar dihitung dan diselesakan dengan tepat sesuai aturan main, serta sisanya yang 80 persen rencananya akan dibayar pada Mei 2008,” kata Kepala Negara.

Presiden menambahkan, BPLS juga melaporkan bahwa akibat musim hujan saat ini yakni bisa mengganggu tanggul akibat hujan tinggi meski sekarang sudah bisa diatasi, tetapi hujan tinggi juga berguna untuk mencairkan lumpur agar pengalirannya ke daerah yang aman lebh lancar.

Sementara itu, menyangkut pemaparan yang disampaikan oleh Menteri PU, Djoko Kirmanto, Presiden Yudhoyono menyatakan bahwa telah dilaporkan apa yang telah dilakukan Departemen PU selama 2007 sesuai program kerja yang ditetapkan serta apa yang akan dilakukan pada 2008, baik agenda maupun prioritasnya.

Presiden mengharapkan, dalam tahun 2008 dan tahun-tahun mendatang, Departemen PU dapat meningkatkan kinerjanya membangun infrastruktur secara lebih efektif lagi sehingga sasaran pembangunan dapat dicapai.

Kepala Negara juga menyebutkan, sejumlah hal yang menjadi prioritas untuk dilakukan Departemen PU antara lain membangun infrastruktur yang bisa meningkatkan ketahanan pangan, infrastruktur air bersih, membangun kawasan pemukiman di kawasan kumuh dan kawasan nelayan, serta menyelesaikan proses ganti rugi tanah untuk jalan tol yang masih terkendala.

Presiden Yudhoyono dalam kesempatan itu juga menggarisbawahi anggaran Departemen PU yang naik sekitar 41 persen, agar dikelola dengan baik sehingga bisa dirasakan rakyat. “Jangan hanya untuk birokrasi, kita ingin sampai pada sasaran-sasaran yang memang belum baik,” katanya.

Hadir dalam acara tersebut, antara lain Wapres Jusuf Kalla, Menko Perekonomian Boediono, Mensesneg Hatta Radjasa, Mensos Bachtiar Chamsyah, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Mendagri Mardiyanto, Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi, Menteri BUMN Sofyan Djalil, Menhub Jusman Syafii Djamal, Kepala Bappenas Paskah Suzetta, dan Mentan Anton Apriyantono. (*)

Copyright © 2008 ANTARA

4 Balasan ke Presiden: Penanganan Lumpur Sidoarjo Jangan Timbulkan Insiden Baru

  1. yung mengatakan:

    iyo cak,sekarang yang penting coolling-down dulu.aku sementara ini yo nerima dulu dengan pembayaran sing 20% iku.paling tidak sudah ada realisasi dan kejelasan pertanggungan jawab LAPINDO atas rumahku nang perum TAS.hal ini lebih baik daripada kondisi 1 tahun lebih ngenteni gak jelas,belum uang urunan yang katanya untuk “dana perjuangan”yang harus warga setor tiap bulan.Nanti kalau realisasi 80% sisa GAK BERES, AYO AWAKE DEWE kobarkan lagi aksi demo dan perang pada penguasa dan LAPINDO……..

  2. Muri mengatakan:

    Sudahlah ngga usah teriak-teriak bikin panas telinga. Provokasi kearah kebencian sudah basi kita dengarkan. Seorang sahabat yg sudah dapat 20% kemaren berangkat ibadah haji dan malah bersyukur gara2 lumpur tanahnya bisa laku dgn harga segitu. Apapun skenarionya, yang penting ada pertanggungjawaban nyata dari Lapindo Brantas. Lain ceritanya kalau kita ngga dibangunkan rumah baru dilokasi yg lebih baik. Saya pribadi pasti juga akan ikut teriak2an slogan perang dan kebencian kepada penguasa dan Lapindo.
    Jika memang ada penghematan dgn skenario relokasi, tentunya dana itu juga digunakan untuk memperkuat tanggul dan penanganannya sehari-hari. Hitung dan renungkan juga biayanya untuk itu, jangan ngga mau tahu.
    Jadi Jangan kita memikirkan keuntungan diri sendiri, coba kita pikirkan juga betapa cemasnya rakyat sekitar yg belum terendam tapi bisa terancam jika tanggul tidak ditangani akibat minimnya dana.

  3. Tonas mengatakan:

    PT Minarak sudah mempersiapkan lahan relokasi di kawasan Sukodono. Semua rumah dan fasilitas umum (fasum) serta fasilitas sosial (fasos) juga disiapkan. “Semua kami rancang sesuai dengan kebutuhan warga,” jelasnya. Bambang mengajak warga melihat maket rencana relokasi hari ini.

    KAYAK BEGINI INI SKENARIO AKHIRNYA MEKANISME YANG AKAN DILAKUKAN OLEH LAPINDO LEWAT TANGAN-NYA PT. MINARAK LAPINDO JAYA BESERTA DENGAN PT. WAHANA ARTA RAYA ( DEVELOPER ) DAN KAHURIPAN VILLAGE UNTUK NAMA LAHAN-NYA “SEBAGAI BENTUK TANGGUNG-JAWAB ATAS 80% SISA PEMBAYARAN GANTI RUGI” SEPERTI YANG TERTERA DI PIJB. MASIH BISA KAH WARGA BERTERIAK “CASH-CARRY” KALAU SUDAH TANDA-TANGAN PIJB TSB SAAT MENERIMA 20%-NYA..???? BACA YANG BENAR PIJB TSB DI PASAL 2…!!!! ( BAGI YANG MENYERAHKAN SERTIFIKAT ASLI ), BAGI YANG MASIH PUNYA KEWAJIBAN KREDIT KPR, HAL INI MAKIN TIDAK JELAS, YAITU TTG KEWAJIBAN KPR-NYA AKAN DI KEMANA-KAN, KALAU 80% DI GANTI DENGAN BENTUK RELOKASI TSB….!!!! SEKALI LAGI MASIH BISAKAH WARGA MEMPERJUANGKAN “CASH-CARRY”…..!!!!!! DIMANA PARA PEJUANG YANG DULU LANTANG MENERIAKKAN “CASH-CARRY”…!!!!! SUDAH TIDURKAH DENGAN 20% + IURAN WARGA …..!!!!!!!( WARGA YG SUDAH MENERIMA 20% SEBANYAK 11.816 KK ), BRAVO LAPINDO….!!!!! KEUNTUNGAN SUDAH DIDEPAN MATA….!!!!!!

  4. Tonas mengatakan:

    Dikatakan Presiden, pembayaran 20 persen kepada masyarakat juga sudah dilakukan. Dari target 10.000, ternyata sudah dibayarkan kepada 12.000 orang.

    “Kalau ada yang masih belum selesai saya minta diselesaikan agar dihitung dan diselesakan dengan tepat sesuai aturan main, serta sisanya yang 80 persen rencananya akan dibayar pada Mei 2008,” kata Kepala Negara.

    Info ini yang perlu kami garis bawahi, bahwa kenyataannya ( Realnya ) yang terbayar baru 11.816 Orang, BUKAN 12.000 orang. ( Laporan ini perlu di luruskan ) JANGAN HANYA MEMBACA LAPORAN YANG DI SODORKAN OLEH BPLS & THE GANK SAJA.

    Yang lainnya adalah Kalimat :
    “Kalau ada yang masih belum selesai saya minta diselesaikan agar dihitung dan diselesakan dengan tepat sesuai aturan main, serta sisanya yang 80 persen rencananya akan dibayar pada Mei 2008,” kata Kepala Negara.”
    INI YANG NYATA-NYA TIDAK JELAS MEKANISMENYA, DAN WARGA SUDAH MENANDATANGI PIJB VERSI MINARAK YANG POSISI-NYA WARGA TIDAK AKAN PERNAH BISA MENINDAK LANJUTI PEMBAYARAN 80%, KARENA YANG DITEKANKAN PADA PIJB TSB, ADALAH SEBATAS “BERTANGGUNG-JAWAB”, APABILA ADA WANPRESTASI PADA PIJB TSB DARI MINARAK, MAKA WARGA CUMAN SEKEDAR “MENUNGGU” PERTANGGUNG JAWABAN DARI MINARAK / LAPINDO SAJA. TIDAK LEBIH…!!! SAMPAI KAPAN…???? ( TIDAK jELAS ), SANGSINYA APA….???? ( TIDAK ADA ), JAMINANNYA APA….???? ( TIDAK ADA ), KARENA PIJB TIDAK MENYEBUTKAN HAL-HAL TERSEBUT. SUDAH TEPATKAH KALAU PERJANJIAN JUAL-BELI TERSEBUT….???? DAN APA KOMITMENT PRESIDEN KALAU WARGA SUDAH TERJEBAK DALAM “LINGKARAN SETAN” TERSEBUT….!!!! APA BAPAK PRESIDEN TAU TENTANG ISI PIJB INI…????!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: