Sungai Porong Normal Kembali

Selasa, 08 Januari 2008 | 14:17 WIB TEMPO Interaktif, Sidoarjo:Setelah berbulan-bulan dipenuhi endapan lumpur Lapindo, Sungai Porong mulai terlihat normal kembali. Badan sungai yang beberapa bulan sebelumnya hampir seluruhnya tertutup lumpur, saat ini terpantau tidak ada lagi lumpur.“Banjir seperti yang kita takutkan ternyata tidak terjadi. Hujan malah membuat lumpur yang ada di sungai bersih dan mengalir ke laut,” kata Deputi Operasional Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Sofyan Hadi, Selasa (8/1).

Sofyan menambahkan, dalam kondisi kritis, lumpur yang ada di Sungai Porong membuat aliran sungai tersebut hanya menyisakan 400 meter kubik air per detik. Namun, gelontoran air akibat hujan yang terus terjadi membuat genangan lumpur lambat laun semakin mengecil dan berkurang hingga membuat aliran air sungai pada bulan lalu bisa mencapai 939 meter kubik per detik.

“Saat ini aliran sungai sudah normal dengan aliran sudah bisa mencapai ambang normal Sungai Porong, yaitu 1.600 meter kubik per detik,” tambah Sofyan Hadi.

Mulai saat ini BPLS akan kembali mencoba mengoptimalkan pembuangan melalui Sungai Porong dengan menyalakan seluruh tiga pompa berkapasitas 3,6 meter kubik per detik.

Meski hanya tiga pompa yang ada di saluran pelimpah, Sofyan yakin bisa mengimbangi aliran lumpur yang keluar dari pusat semburan. “Lumpur yang keluar di pusat semburan hanya 1,2 meter kubik per detik, padahal kita memiliki pompa dengan kemampuan 3,6 meter kubik per detik,” tambahnya.

Selain itu, mulai hari ini BPLS juga menambah 15 pipa berdiameter 20 milimeter yang ditempatkan di sekitar saluran pelimpah (spill way). Pipa-pipa ini nantinya akan menambah kemampuan membuang lumpur saluran pelimpah. Dalam waktu dekat BPLS juga akan menyewa enam pompa untuk mendukung percepatan pembuangan.

Rohman Taufiq

Iklan

4 Responses to Sungai Porong Normal Kembali

  1. Mr.J berkata:

    Setelah musim hujan berlalu, saat2 kritis pun berlalu. Akhirnya solusi mudah & murah tercapai : membuang lumpur melalui sungai porong, dengan hanya menggunakan pompa konvensional dan pipa2 biasa.
    Semoga “badai” segera berlalu, mari kita bangun kembali Porong dan Sidoarjo

  2. usil berkata:

    BUKAN MAIN !!!!
    Sebaiknya ‘tehnologi’ TANGGUL dipatenkan saja ???

    Ompapang bilang: gitu aja koq perot….eh repot!!!

  3. pramono berkata:

    Sukses untuk Team BPLS yg telah bekerja keras dan pantang menyerah, Pemerintah kami mohon dengan sangat untuk lebih lagi mendukung baik dana maupun segala fasilitas yg diperlukan Team BPLS.
    Setelah menambah pipa dan pompa yg dapat mengimbangi volume semburan lumpur dan sungai porong sbg saluran buang sudah lancar dan normal, maka tinggal langkah terakhir saja yg bisa kita lakukan, yakni memperkuat tanggul secara paten.
    kami rakyat Sidoarjo mohon agar bendungan dipermanenkan dengan beton saja, agar tak ada lagi berita tanggul jebol yang membuat hati kami kembali pilu.
    Setelah itu, kami yakin panas bumi didasar luapan dapat digunakan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi.
    Dibalik keburukan ada kebaikan, dan dibalik keburukan ada kebaikan.
    Terimakasih Team BPLS, Anda semua sangat kami andalkan dan besar harapan kami atas keberhasilan upaya Anda.

  4. t berkata:

    sukses untuk estimasi hujan/banjir menggelontor endapan kali porong. Mohon jangan dilupakan pula pengaruh buangan terhadap tambak di muara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: