Tanggul Kritis, Buang ke Kali Porong Lagi

RADAR SIDOARJO Senin, 21 Jan 2008SIDOARJO – Hanya dua pilihan bagi BPLS dalam menghadapi semburan lumpur panas dan guyuran deras air hujan: mengalirkan lumpur ke kolam penampungan (ponds) atau membuang ke Kali Porong. Karena kondisi ponds dan tanggul kian kritis, lumpur diarahkan ke Kali Porong.

Pembuangan lumpur ke Kali Porong dinilai mendesak karena daya tampung ponds makin menipis. Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Ahmad Zulkarnain menjelaskan, pembuangan lumpur ke Kali Porong harus secepatnya dilakukan.

Meski pemasangan pipa-pipa baru pembuangan belum selesai, BPLS memanfaatkan saluran pembuangan lama. Yaitu, dua pipa di spillway yang sempat tidak digunakan. “Pipa baru masih disambung sehingga belum bisa difungsikan,” kata Zulkanain.

Alumnus Universitas Indonesia tersebut menambahkan, BPLS telah meninggikan tanggul di pusat semburan hingga 16 meter. Itu dilakukan setelah tanggul tersebut ambles. Targetnya, 18 meter. “Kami harus cepat karena subsidence (penurunan tanah, Red) di sana bisa 6 cm per hari,” jelasnya.

BPLS, lanjut dia, juga membuat kanal lagi di ponds Jatirejo. Kanal itu berguna untuk mengalirkan lumpur ke arah selatan, lalu dialirkan ke Kali Porong. Jika tidak ada kanal, lumpur cenderung mengalir ke utara menuju kawasan Siring, Kedungbendo, dan Renokenongo. Sebab, permukaan tanah di kawasan tersebut lebih rendah. Jika ponds tidak lagi menampung, tanggul dikhawatirkan jebol dan lumpur mengalir ke kawasan sekitar.

“Agar lumpur tidak mengering di tengah jalan, kami gelontor air dan kami aduk dengan ekskavator ponton,” papar Zulkarnain. Dia berharap pemasangan pipa baru yang dijaga aparat keamanan bisa cepat selesai dan difungsikan untuk membuang lumpur. Pipa itu menghubungkan lokasi terdekat dengan pusat semburan dan Kali Porong sehingga lebih cepat.

Sementara itu, kondisi tanggul-tanggul di Jatirejo tampak kritis. Beberapa dinding tanggul retak. Zulkarnain menyatakan kondisi seperti itu tidak berbahaya. Sebab, lumpur di dalam tanggul sudah kering sehingga tidak ada dorongan terhadap dinding tanggul. “Kalau sudah mengering bukan masalah, ” ujarnya.

Selain itu, kata dia, retakan berbentuk sejajar juga tidak berbahaya. Dampak terburuknya terjadi longsor. Lain halnya jika retakan melintang yang mengancam kekuatan tanggul. “Kalau retakan tidak sejajar bisa menyebabkan jebol,” katanya.(riq/roz)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: