Warga Korban Lumpur Pro “Cash and Carry” Menginap di Gedung DPRD

9/02/08 22:08 Sidoarjo (ANTARA News) – Setelah gagal mendekati lokasi peluncuran rumah percontohan hunian Kahuripan Nirwana Village (KNV) di Jemundo Taman, Sidoarjo dan berakhir bentrok dengan aparat keamanan, sebagian warga korban lumpur yang pro cash and carry kembali melakukan aksinya di depan DPRD Sidoarjo, Sabtu sore.Informasi yang dihimpun ANTARA News menyebutkan, sekitar 250 warga memilih tetap bertahan dan berencana menginap di kantor perwakilan rakyat itu. Sedangkan, sebagian besar lainnya pulang ke rumahnya masing-masing.

Di dalam gedung dewan, tidak ada satupun anggota Dewan yang menemui mereka. Apalagi H. Basori, salah satu anggota dewan dari PKB meninggal dunia, Jumat (8/2), sehingga anggota Dewan banyak yang melayat.

Namun ratusan warga korban itu menggelar karpet dan memilih akan menginap hingga ditemui oleh anggota dewan.

Ketua DPRD Sidoarjo, Arly Fauzi saat mengatakan, DPRD akan menggelar pertemuan dengan korban Lumpur yang kontra relokasi.

“Pimpinan dewan sudah minta Pansus Lumpur untuk menindaklanjuti tuntutan korban Lumpur. Senin pekan depan akan digelar pertemuan antara Pansus Lumpur dan korban lumpur,” katanya.

Sementara itu hingga Sabtu malam, lokasi open house hunian Kahuripan Nirwana Village yang diluncurkan sejak pagi, para peminat yang datang untuk melihat lokasi terlihat cukup ramai.

Kawasan perumahan Kahuripan Nirwana Village itu nantinya akan dibangun di antara dua Kecamatan yakni Kecamantan Taman dan Sukodono. Lahan seluas 1.200 hektar itu meliputi di antaranya Desa Jemundo dan Desa Sambibulu di Kecamatan Taman dan Desa Sukodono, Plembungan, Sambungrejo, Pademonegoro dan Suruh di Kecamatan Sukodono. (*)

COPYRIGHT © 2008

Iklan

8 Responses to Warga Korban Lumpur Pro “Cash and Carry” Menginap di Gedung DPRD

  1. Jabon berkata:

    Emang Bang Bento sekarang di mana?

  2. bento berkata:

    ah yang penting aku senang BLBI tidak jadi masalah. jadi aku bisa beli apa saja, biar saja Indonesia atau Lapindo mau hilang atau tidak, yang penting aku sudah bisa hidup di negara lain, kalau perlu aku jadi orang lain atau warga negara lain. Kan pemerintah sama aparat udah aku kuasai juga.

  3. Tonas berkata:

    Terima kasih atas Masukan dari Bung Karebet, Perlu saya luruskan informasi tentang arah Perjuangan yang sampai sekarang ini kami emban, yaitu : yang kami perlukan sampai dengan hari ini adalah KEJELASAN DAN KOMITMENT TENTANG GANTI RUGI YANG AKAN KAMI TERIMA. Baik itu untuk Warga Desa maupun untuk Warga Perumtas-1 ( krn ada hubungannya dengan Perbankan ). Oleh karena itulah kami akan menjawab keraguan yg ada dalam HATI Bung Karebet. Kenapa kami pada saat itu dan sampai dengan hari ini masih MENOLAK RELOKASI PLUS yang pernah di tawarkan ke pada kami Warga PERUMTAS-1, Karena Planning RELOKASI PLUS sampai dengan HARI INI TIDAK PERNAH SECARA JELAS dan TRANSPARANT DISOSIALISASIKAN OLEH BUPATI, Alias MASIH WACANA DOANK.
    Kemudian kalau memang Sekarang ini muncul Agenda tentang Pembayaran 80% akan diganti dengan Rumah Oleh PT. WAHANA ARTA RAYA dengan Perhitungan BE to BE, maka akan pelajari dulu sejelas2-nya, dan kemudian semua informasi yang kami dapatkan SELALU kami SOSIALISASIKAN ke WARGA lagi, dan WARGA kami beri keleluasaan untuk MEMILIH SENDIRI Keputusan yang akan di ambil, karena pada dasar-nya KAMI ini berdiri disini CUMAN SEBAGAI PEMBAWA AMANAH WARGA TIDAK LEBIH, Sehingga Kami TIDAK PERNAH MENGAMBIL KEUNTUNGAN APA-PUN DARI WARGA. Dan Kami sudah kenyang dengan segala bentuk Propaganda yang memojokkan dan memfitnah kami ini, kami hanya bisa berdoa semoga yang menyebarkan Propaganda tersebut sadar dan terbuka hatinya sehingga bisa melihat KEBENARAN-nya. Kalau Bung Karebet dan temen-2 lainnga yang di hatinya masih mendedangkan Lagu Peter-Pan tentang hal ini, sekarang Bisa di Chek di BP-BPLS Berkas saya dengan 26 Warga Perumtas-1 gimana posisinya…..

  4. Tonas berkata:

    Yang dari Malaysia itu siapa Bung Karebet…????? Kalau Saya sich masih tetep di KUALAHANLUMPUR….Sidoarjo.

  5. wahyu berkata:

    kan jaman menari poco-poco, maju selangkahmundur selangkah. jaman cuci piring. jadi yang penting menari. yang penting aku senang, hidup bento.

  6. Karebet berkata:

    Ups sory, saya lihat post time Bung Tonas jam 3:44 am, jadi sapikir subuh-subuh kirim comment, ternyata post time saya tertulis 8:58 am padahal saya kirim jam 16.
    Situs ini pake waktu wilayah waktu mana sih Pakdhe?

  7. Karebet berkata:

    Kemana aja nih Bung Tonas? lama tidak nongol, subuh-sbuh langsung kirim komentar yang menggebu-gebu. Apalagi sekarang komentar anda agak berbeda.

    Di topik lain anda bahkan bilang Pilihan Relokasi adalah Hak Azazi Manusia. Memang, Nggak ada yang salah dengan penrnyataan itu, tapi membaca langsung dari Bung Tonas yang dulu begitu bersemangat menolak konsep “Relokasi Plus” bahkan mengkoordinir warga untuk cap jempol darah, sungguh sangat mengejutkan. Wajar jika hati saya menyanyikan Peter Pan’s: Ada apaaa denganmu… (denger-denger sih komisi pengurus yg warganya ikut relokasi lumayan tuh, totalnya bisa lebih gede dari nilai ganti rugi – saya gak nuduh lho.)

    Kalau saya boleh meluruskan informasi ‘real’ anda (kebetulan saya juga ada dilokasi): Pernyataan Pak Joko dan Pak Huda mengenai hasil maksimal adalah hasil maksimal yg bisa diraih SAAT ITU!. Warga memang kecewa dengan utusan Minarak/Lapindo yang dengan dalih bukan ‘decision maker’ meminta waktu sampai tgl 25 untuk memberikan jawaban tentang tuntutan percepatan pembayaran 80% walaupun pada pertemuan tgl 30 Januari Andi Darussalam, wakil direktur Minarak berjanji akan melakukannya.

    Pernyataan (Pak Joko dan Pak Huda) itu dilontarkan karena malam sebelumnya warga sepakat jika tidak ada realisasi dari pihak Minarak/Lapindo, warga secara besar-besaran akan turun ke Jalan. Namun mengingat tuntutan yg lain seperti pembayaran 20% uang warga yg belum akan dilakukan paling telat hari ini, penghentian pembayaran untuk warga yg ikut relokasi sebelum 80% dibayar, dan beberapa tuntutan yang lain telah disetujui, pilihan untuk menunda aksi adalah pilihan yg wajar. Warga bisa mengatur nafas setelah terkuras tenaga karna demo mulai hari sabtu sambil membuktikan realisasi janji Lapindo/Minarak untuk tuntutan yg lain. Tanggal 25 nanti bisa dilanjut…..
    Oh ya, katanya baru dari Malaysia… apa betul?

  8. Tonas berkata:

    DJOKO SUPRASTOWO satu diantara perwakilan Gabungan Korban Lumpur Lapindo (GKLL) pada massa usai pertemuan, Senin (11/02), mengatakan ini adalah hasil maksimal yang sudah diraih.

    Meskipun tidak sepenuhnya memuaskan ada beberapa hal yang memperlihatkan kemajuan. Namun jika warga korban lumpur masih belum puas, ia menawarkan kepada warga agar perwakilan GKLL dibubarkan saja.

    Sementara itu, KHOIRUL HUDA perwakilan warga Jatirejo mengatakan kesepakatan ini setidaknya sudah memperoleh hasil maksimal, seperti janji dari PT Minarak untuk menghentikan kerjasama dengan pihak manapun dan tidak memfasilitasi penawaran rumah pada korban lumpur. Ini juga termasuk membatalkan pelunasan terhadap 971 KK korban lumpur yang dinilai diskriminatif.

    Ini cuplikan Informasi yang REAL tentang kesanggupan “oknum-2” yang menyatakan SANGGUP membawa amanah WARGA KORBAN DAN MENIKMATI “HASIL” IURAN UNTUK MEMPERJUANGKAN PEMBAYARAN 20%. ( Dengan Dalih IURAN SYUKURAN ATAS PEMBAYARAN 20% ). Dan sekarang ini dengan Dalih DISKRIMINASI Pembayaran Pelunasan 80%, Meng-eksplotisir warga lagi untuk turun jalan MENUNTUT CASH & CARRY, Wah….wah… sungguh LUCU & KETERLALUAN….!!!! KENAPA baru sekarang NUNTUT CASH & CARRY….!!!????? Dulu waktu ada Warga MEMPERJUANGKAN CASH & CARRY samai di JAKARTA, “KALIAN” di SIDOARJO malah SYUKURAN MENERIMA FORMULA 20-80…?????, Kalau sekarang ini memperjuangkan 80% dibilang SUDAH MAKSIMAL, terus Minta di BUBARKAN… cek Enteng-e…??? Sudah KENYANG MAKAN TARIKAN IURAN WARGA baru sekarang bilang di BUBARKAN….!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: