Aburizal: Lapindo Sudah Bermurah Hati

Rabu, 27 Februari 2008 | 16:01 WIBLaporan Wartawan Kompas, Anton Wisnu Nugroho

KOMPAS/Alif Ichwan

JAKARTA, RABU-Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie mengemukakan, PT Lapindo Brantas sudah bermurah hati bersedia membayar lahan dan rumah warga yang terdampak semburan lumpur meskipun tidak dinyatakan bersalah oleh pengadilan.

Karena itu, sangat wajar jika pembiayaan pembelian tiga desa baru yang terdampak lumpur ditanggung pemerintah. “Meskipun pengadilan memutuskan bahwa tidak bersalah, PT Lapindo Brantas tetap membayar dan tidak menagih ke pemerintah,” ujar Aburizal usai rapat di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (27/2).

Aburizal yang juga anggota keluarga pemilik PT Lapindo Brantas menyebut, tiga pengadilan yaitu Pengadilan Negari Jakarta Pusat, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dan Mahkamah Agung telah memutuskan PT Lapindo Brantas tidak bersalah.Dengan dasar itu, menurut Aburizal sudah jelas siapa bertangung jawab apa. “Tanggung jawab di dalam oleh Lapindo, tanggung jawab di luar oleh pemerintah,” ujarnya

Untuk tanggung jawab membeli lahan tiga desa, pemerintah menyiapkan anggaran Rp 700 miliar melalui APBN-P. Pembayaran akan dilakukan bertahap 20 persen dan 80 persen kemudian. Pembayaran 20 persen akan dilakukan tahun 2008.

Wisnu Nugroho A

10 Balasan ke Aburizal: Lapindo Sudah Bermurah Hati

  1. agus mengatakan:

    lha ya ngurus aja kayak gini, coba baca artikel ini dari harian.
    self explanatory.

    Purnomo Yusgiantoro dan Muhammad Lutfi, Antara Sopir dan Kenek
    KOMPAS/Johnny, TGMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo YusgiantoroArtikel Terkait: Jumat, 29 Februari 2008 | 13:01 WIB

    Seusai rapat di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Kamis (28/2) sore lalu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, dikeroyok wartawan. Sambil tersangkut-sangkut belitan mikrofon kabel reporter televisi dan kerumunan wartawan, Purnomo menjelaskan soal investasi sebuah perusahaan tambang di Halmahera, Maluku Utara.

    Saat ditanya soal perusahaan tambang yang hingga kini penyelesaian investasinya masih bermasalah, Purnomo mengeles dan menunjuk Kepala BKPM Muhammad Lutfi yang berjalan di sisinya. Namun, Lutfi malah berkelit. “Saya ini cuma kenek loh, kalau Pak Purnomo itu, kan, sopir. Kenek itu hanya ikut sopir saja,” ujar Lutfi.

    Purnomo balas menjawab, “Lho, yang pegang uang itu kenek. Malah, kenek yang terima uang dari penumpang. Kalau sopir, kan, cuma mengendarai mobilnya saja.” Suami mantan peragawati Bianca Adinegoro itu, tak kalah gesit dan menjawab lagi, “Tetapi, kan, uangnya diberikan kepada sopir. Lalu, kenek hanya menerima sebagian saja.”

    Pers yang semula hanya senyum-senyum mendengarkan dialog unik itu pun akhirnya tak tahan dan ikut-ikutan menyeletuk, “Penghasilan sopir, biasanya jauh lebih besar dari kenek, Pak.” Eh, lagi-lagi, Purnomo masih pintar menjawab, “Iya, tetapi kadang-kadang diambil sama keneknya.” Semuanya tertawa, termasuk kedua menteri yang saat itu mengenakan setelan jas.

    Namun, sebelum naik mobil dinasnya, sang sopir menawari sang kenek. “Mau bareng sopir nggak, sekali-kali dong merasakan Camry,” ajak Purnomo. Camry adalah mobil dinas menteri Kabinet Indonesia Bersatu. Tak ayal, sang kenek, yang semula mau masuk dan duduk di mobilnya yang lebih mewah, yaitu Nissan Teana berwarna hitam, langsung pindah dan duduk di sebelah Pak sopir. (HAR)

  2. pailul mengatakan:

    lho, kan sudah banyak tandanya, orang mulai banyak yg mati karena tidak bisa makan, karena semua mahal, tidak bisa sekolah juga karena mahal, tidak bisa kerja karena perusahaan kena biaya tinggi dan korupsi. pemimpin dan pejabat dan aparat mulai asal omong yg penting selamat diri sendiri dan mau jadi “pemimpin” karena merasa bisa padahal tidak bisa merasa.

  3. ariebp mengatakan:

    inilah orang yang menjadikan urusan lapindo menjadi mbulet….
    ya aburizal ini..dia di pemerintahan. sby, entah takut atau entah sungkan kepada orang ini sehingga ndak bisa tegas sama lapindo….

  4. dannyciptadi mengatakan:

    Saya rasa Bp Aburizal bisa berkomentar demikian karena dia belum pernah mengalami “masalah” dalam hidupnya. Mungkin suatu ketika, bila saah satu portofolio bisnisnya (atau SEMUA!!!) mengalami set back…..dan segala keamanan serta kemapanan yg dia miliki mulai merapuh….dia baru bisa menitikkan air mata dan berpikir “..ternyata rasanya itu perih..”

    Adalah manusiawi bila kita berada di menara gading maka kita tidak merasakan laparnya lapar dan hausnya haus serta perihnya perih….

    Mudah2an..mulut dapat berkata tidak dari pikiran yang cemerlang..namun juga dari hati yang bijak dan berbelas kasih…Amin

  5. Faqih Syarif Hasyim mengatakan:

    Pemerintah Omong kosong lebih peduli pada konglomerat daripada orang mlarat rakyatnya. Semoga Allah membalasnya kedzaliman mereka terhadap rakyat kecil Amin. Bertobatlah Wahai penguasa dzalim kalau tidak Allah akan menimpakan Adzab kepada Negeri ini.

  6. LuSi24 mengatakan:

    “Menurut info dari salah satu staf BTN yang saat itu ada di “stand” BTN yang ikut pameran perumahan di SunCity Sidoarjo beberapa hari yang lalu. Memang ada kebijakan dari BI bahwa semua rumah dari lokasi T.A.S tanggulangin s.d perbatasan dengan kecamatan kota Sidoarjo tidak dapat lagi dilakukan transaksi perbankan baru ( KPR dll )”

    INI CUPLIKAN TULISAN DARI WARGA PERUMTAS-1 YANG AKAN MEMBELI RUMAH LEWAT KPR-BTN, TERNYATA ARAHAN WAKIL-PRESIDEN DAN “MENKOKESRA – TUAN ABU RIZAL BAKRIE” DI ISTANA WAPRES TGL 24 APRIL 2007 TIDAK BERJALAN SEBAGAIMANA MESTI-NYA DAN PIHAK BANK ( BTN ) JUGA MENG-AMINI….. APA INI YANG DI BILANG “SUDAH BERMURAH HATI MEMBAYAR GANTI RUGI”….!!!!!

  7. LuSi24 mengatakan:

    Dari Awal dan sampai sekarang dan bahkan di Kompansasi & PIJB 20%, Kalimat “PT Lapindo Brantas sudah bermurah hati untuk bersedia membayar lahan dan rumah warga yang terdampak semburan Lumpur meskipun TIDAK DINYATAKAN BERSALAH oleh PENGADILAN”. Kalau di amati secara LOGIKA PALING GOOOBLOK SAJA BISA MEMBACA berarti LAPINDO (EMP / Bakrie Capital )SUDAH AMAT-SANGAT YAKIN AKAN “MEMENANGKAN” PENGADILAN ala PEMERINTAH INDONESIA, yang Notabenya masih PENINGGALAN PENJAJAH, Akan tetapi begitu DI TANTANG SAMA SANTOS DAN MEDCO untuk ABITTRASE secara INTERNASIONAL tentang PEMBAGIAN Tanggung Jawab LUAPAN Lumpur, maka Si “Umar” BAKRIE langsung cabut terkentut-kentut….Heeebaaaattttt….!!!!! Nah, sekarang kami mau MENANTANG KOMITMENT SELURUH ELEMENT WARGA INDONESIA mau DIAPAKAN “MANUSIA-MANUSIA” MACAM BEGINI INI…????? MAUKAH BANGSA INI DI PIMPIN OLEH “MANUSIA-MANUSIA” YANG TIDAK PUNYA HATI NURANI….!!!??????

  8. trythisone mengatakan:

    Coba sekali-kali bikin polling: Kena Lumpur diganti rugi atau tida ada lumpur tidak ada ganti rugi. Lihat warga pilih yang mana.

  9. jd mengatakan:

    Ini sudah kebangetan barbarnya. Pak Abu beruntung di negeri jahiliah religius ini, para geologist sedang mengalami kemunduran intelectual sampai ke titik nadirnya.

  10. agus mengatakan:

    CONFLICT OF INTEREST. THAT’S WAY IN COURT SETTLEMENT, SOMEONE WHO HAS BEEN JUDICIAL TRIAL MUST BE RELEASE FROM THE POSITION WHICH WILL BE ON “CONFLICT INTEREST” POSITION. OTHERWISE THE JUDGEMENT OF THE CASE WILL BE “NOT FAIR” and “NOT BELONG TO JUSTICE ITSELF”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: