Hardi Prasetyo: Melihat ke Depan Untuk Mencari Solusi Lusi yang Integral dan Holistik

Antara ( “Pakdhe, dapat kiriman dari Oom Hardi Prasetyo yang saat ini sebagai Waka BPLS. Ditayangkan ya Pakdhe”

D “Thole, Oom Hardi sepertinya mengirimkan tulisannya sebagai seorang ahli kebumian yang prihatin akan kondisi Lusi yang masih banyak menyisakan masalah. Jadi beliau sebagai pribadipun juga prihatin dengan Lusi binti Lula ini”

MELIHAT KE DEPAN UNTUK MENCARI SOLUSI LUSI YANG INTEGRAL DAN HOLISTIK

oleh : Hardi Prasetyo

Yth Komunitas GeoNet,

Saya pribadi sangat menikmati sajian para Pakar ‘Geoscientists’ dan Ahli Perminyakan (termasuk ahli pemboran) yang telah berkontribusi dengan pemikiran cerdas, inovatif dan arif yang disampikan pada seminar Nasional Lusi, 29 Februari 2008.

Continue reading Hardi Prasetyo: Melihat ke Depan Untuk Mencari Solusi Lusi yang Integral dan Holistik…

3 Balasan ke Hardi Prasetyo: Melihat ke Depan Untuk Mencari Solusi Lusi yang Integral dan Holistik

  1. jd mengatakan:

    Lucu mas, orang ndak ada malunya ngoceh walau anti logika juga. DPR bilang natural disaster, terus ada profesor yang yakin bisa nutup dengan relief well. Logika awam, kalau mau ngelibatkan dana triliunan harusnya pak Prof uda matang analisanya dengan segala data yang dianggapnya reliable. Lha, kalau itu natural disaster, ndak kebayang level of irregularity dari lubang sumber gas yang akan ditutup. Kalau pake hypothetical thinking, tentunya pak prof. yakin kalau yang mau ditutup itu man made hole eh disaster. Lha, kalau profesor aja kepakarannya ndak bisa dipercaya terus siapa lagi?Terus datang lagi pak dosen dari salah satu institute ternama di negeri biadab ini mempertanyakan lubang mana yang mau ditutup (tentunya yang namanya dosen juga punya alasan dari analysa yang setara dengan level kedosenan–> dosen itu orang hebat lho mas). Kalau semburan air ber gas yang muncul di-mana2 dikira cabang semburan dari main vent, terus gimana logikanya kalau jarak berapa ratus meter aja bisa nurunin temperatur dari 90 derajat ke ambient temperature. Apa ya ndak dibikin aneh tokk Mas?.

  2. DN "Panjang" Andriansyah mengatakan:

    Pak jd, para ilmuwan dan akademisi sekarang ini sudah “maju”, sehingga mereka benar-benar bertindak “profesional”. Maksudnya, setiap ada penelitian akademik harus jelas profitable sehingga saat ini di Indonesia “akademisi” bukan lagi sebuah komunitas biasa, tetapi sebuah profesi. HARUS JELAS KEUNTUNGANNYA!!!

  3. jd mengatakan:

    Nenek2 pikun juga tau kalau nasib rakyat porong itu sangat tergantung pada bukti2 ilmiah tentang sebab kejadian lumpur porong. Sudah tahun kedua kejadian semburan lumpur panas yang well monitored sejak hari pertama, belum terdengar satu lembaga geologi di negeri biadab ini yang telah melakukan penyelidikan secara terencana, sistematis dan focus tentang kejadian ini. Bahkan Pusat Penyelidikian Geologi Departement ESDM yang nota bene dibayar tax payers pun belum terdengar kegiatannya, selain sampling2 ngawur dan ngoceh amburadul. Ini kejadian sangat besar dari sudut science yang harusnya meransang libido dan adrenaline setiap geolog yang tertarik pada mud volcano. Ini kejadian penting bagi sebuah peradaban, dimana kejujuran ilmiah bakal diwariskan pada generasi berikutnya. Jauh lebih berharga dari sekadar menyelamatkan satu konglomerat. Oh iya, ditempat yang sudah ada peradabannya, kesaksian independent experts (scientist) sangat menentukan hasil sidang pengadilan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: