“Kami Terpaksa Pergi”

RADAR SIDOARJO Selasa, 11 Mar 2008
SIDOARJO – Suasana haru menyelimuti petang hari di bekas jalan tol Desa Besuki, Kecamatan Jabon, kemarin (10/3). Ratusan warga memperingati satu bulan tanggul jebol yang menenggelamkan desa tersebut. Mereka menyatakan rela pergi dari desa itu daripada terus hidup dalam ancaman.

Ratusan korban lumpur tersebut berasal dari Desa Kedungcangkring, Pejarakan, dan Besuki. Mereka berkumpul untuk melakukan istighotsah sebulan setelah tanggul jebol pada Minggu (10/2) malam lalu. Mereka duduk di atas aspal. Sebagian warga tidak kuasa menahan air mata saat menyaksikan rumah-rumah mereka yang kini tenggelam.

Abdul Rokhim, salah seorang warga, mengatakan bahwa doa bersama itu diadakan untuk mengingatkan kembali pada musibah yang menimpa mereka pada 10 Februari lalu. Malam itu, ratusan warga pontangpanting keluar rumah karena air bercampur lumpur menyerbu. Perempuan dan anak-anak pun berebut menyelamatkan diri.

Karena merasa terus terancam, jelas Rokhim, warga rela meninggalkan desa dan segera ingin memulai hidup baru. “Begitu dapat ganti rugi, kami ingin membeli rumah dan mulai hidup lagi. Tidak menderita seperti sekarang,” ujarnya. (riq/roz)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: