Pemerintah Diharapkan Cepat Bayar

RADAR SIDOARJO Senin, 17 Mar 2008
SIDOARJO – Warga tiga desa memblokade akses masuk ke tanggul di bekas jalan tol Porong km 40 kemarin (16/3). Mereka berharap agar pemerintah bisa mempercepat proses pembayaran ganti rugi. Aksi itu mengakibatkan pasokan tanah urukan untuk penguatan tanggul terhambat.

Warga itu berasal dari Desa Pejarakan, Kedungcangkring, dan Besuki, Kecamatan Jabon. Mereka memblokade lokasi sejak pukul 09.00 dengan duduk-duduk sambil memegang berbagai poster. Selain itu, warga memaksa operator pompa untuk menghentikan aktivitas pemompaan lumpur.

Padahal, menurut Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), tanggul di kawasan tersebut sedang kritis. Sebab, pembuangan ke Kali Porong belum optimal. Elevasi ketinggian tanggul dan permukaan genangan lumpur hanya sekitar 50 sentimeter.

Abdul Rokhim, salah seorang warga, mengatakan bahwa aksi tersebut bertujuan mendesak pemerintah mempercepat pembayaran ganti rugi. Keputusan masuk peta terdampak belum memuaskan warga. Pasalnya, warga membutuhkan biaya untuk hidup layak kembali. “Hendaknya, ganti rugi dibayar secepatnya,” katanya.

Humas Badan Penanggulangan Lumpu Sidoarjo (BPLS) Ahmad Zulkarnain menyatakan khawatir dengan aksi warga. Sebab, warga di kawasan itu mengganggu pengerjaan tanggul. Padahal, BPLS sedang berupaya mempertahankan tanggul yang kritis. “Bisa berbahaya,” ujarnya. Zulkarnain berharap agar warga bisa bersabar menunggu kelanjutan keputusan pemerintah.

Harapan BPLS itu direspons warga. Hingga sore kemarin, warga masih di kawasan tersebut. Namun, pengerjaan tanggul dan pembuangan lumpur ke Kali Porong sudah diperbolehkan. “Kami akan tetap di sini dengan tidak mengganggu pengerjaan tanggul,” ucap Rokhim. (riq/roz)

Iklan

Satu Balasan ke Pemerintah Diharapkan Cepat Bayar

  1. agus berkata:

    LHA KATANYA “SERAHKAN PADA AHLINYA” ternyata ahli berkelit dan cari alasan dari parpol yang sama lagi.

    TIDAK DI SIDOARJO, JAKARTA JUGA SAMA SAJA. QUO VADIS?

    MINGGU, 16 MARET 2008 | 17:24 WIB KOMPAS
    JAKARTA, MINGGU – Kualitas perbaikan jalan di sejumlah jalan buruk. Beberapa tambalan jalan, seperti di Jalan Sultan Agung, dan Jalan Gatot Subroto mulai mengelupas. Padahal perbaikan belum lama dilakukan. Selain mengelupas, kedua jalan itu juga masih dihiasi lubang-lubang dengan kedalaman bervariasi, antara 5-15 centimeter.
    Di Jalan Gatot Subroto misalnya, baik yang ke arah Pancoran maupun sebaliknya, masih terdapat beberapa lubang. Beberapa material di sejumlah lubang keluar dari tambalan. Erry, tukang ojek di sekitar Pancoran, mengatakan kondisi ini lebih baik ketimbang sebelumnya. “Kemaren kan parah banget di situ (di depan SPBU Shell-red). Sekarang udah lumayan, emang masih ada lubang di sana-sini,” ujar erry yang ditemui, Minggu (16/3).
    Kondisi Jalan Sultan Agung juga tak kalah memprihatinkan. Sebagian besar lubang di jalan itu memang sudah ditambal. Tapi tambalan terlihat tidak mulus. Beberapa tambalan juga sudah mulai bergelombang lagi. Sementara, di Jalan Matraman Raya, warga mencoba menambal lubang di jalan dengan menggunakan semen dan kerikil. Lubang di jalan itu cukup banyak, dan dalam. Campuran semen dan kerikil yang digunakan warga hingga sore ini belum kering, sehingga tambalannya mengelupas dan jalan kembali berlubang. (BOB)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: