Glagaharum Terima Uang Kontrak

RADAR SIDOARJO Sabtu, 29 Mar 2008
SIDOARJO – Ratusan kepala keluarga (KK) warga Desa Glagaharum, Kecamatan Porong, akhirnya menerima uang kontrak dan uang pindah rumah Rp 5,5 juta. Meski telah dinyatakan masuk peta terdampak dalam Perpres No 14 Tahun 2007, mereka baru menerima uang muka kemarin hingga Senin (31/3).

Jumlah total warga yang menerima uang kontrak itu 196 KK. Warga yang baru menerima uang kontrak tersebut tinggal di RT 1 sampai RT 5, RW 1 desa setempat. Pencairan uang kontrak sempat molor karena masalah internal di desa. Ada warga yang menolak, tapi ada pula yang menuntut semua wilayah desa tersebut masuk peta terdampak.

Rif’an, warga RT 1, menyatakan senang menerima uang tersebut. Selama ini, kata dia, hidup keluarganya menderita karena rumah tidak layak huni. Ingin pindah, tapi biaya tidak punya. “Setelah terima uang, saya mau kontrak di Prambon, ” katanya.

Pembayaran dilakukan di kantor PT Minarak Lapindo Jaya, Jl Sultan Agung. Rinciannya, uang kontrak Rp 5 juta untuk dua tahun dan Rp 500 ribu untuk biaya evakuasi. Total Rp 5,5 juta per KK. Setelah terima uang, warga punya waktu tujuh hari untuk pindah. Namun, mereka diminta cepat menyerahkan alamat baru. Tujuannya, memudahkan pembayaran uang muka ganti rugi 20 persen.

Notaris Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Edwin Subarkah mengaku lega. Selama ini pengurusan uang kontrak dan evakuasi terkendala masalah internal desa. Permasalahan yang dimaksud adalah keinginan semua warga masuk peta terdampak. “Karena sudah selesai, kami serahkan,” jelas Edwin didampingi koordinator pembayaran ganti rugi PT Minarak Diaz Raihan.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) mengecek lagi kondisi semburan lumpur di pabrik PT Lion, Siring barat, Kecamatan Porong. Tanah sekitar semburan ambles 1,5 meter dengan diameter 5 meter sehingga warga khawatir.

Humas BPLS Achmad Zulkarnain mengatakan, amblesnya tanah di sekitar semburan bersifat lokal. Meski begitu, dia mengimbau warga supaya tidak mendekati areal tersebut. Sebab, gas yang keluar berbahaya dan mudah terbakar. “Jadi, warga harus berhati-hati,” pesan dia.

Pemilik pabrik diminta melokalisasi dan mematikan perangkat listrik di sekitarnya. Melarang masuk dan merokok di kawasan tersebut juga harus diperjelas dengan papan. “Semua itu dilakukan demi kepentingan bersama,” tuturnya. (riq/roz)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: