Sudah Dibantu, Pengungsi Mengemis

RADAR SIDOARJO Jumat, 04 Apr 2008

SIDOARJO – Warga Desa Besuki, Kecamatan Jabon, melakuka aktivitas atraktif di jalanan kemarin. Mereka mengemis bersama dengan alasan mencari makan. Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinkesos) menyatakan telah menyerahkan bantuan ke pengungsian, tempat warga tinggal selama ini.

Aksi mengemis bersama itu dilakukan warga Besuki yang menginap di gedung DPRD Sidoarjo. Warga desa lain, seperti Pejarakan dan Kedungcangkring, tidak ikut mengemis. Minta-minta di jalan itu terlihat di perempatan Pucang dan Alun-Alun Kota. “Kami juga mengedarkan kotak ini ke kantor-kantor instansi pemerintah,” ujar warga Besuki yang kemarin tampak mengemis di perempatan Pucang.

M. Yasin, warga lain, mengungkapkan, aksi mengemis itu tidak bisa leluasa mereka lakukan sekalipun hanya di trotoar dan median jalan sekitar traffic light. Sebab, sekitar pukul 11.00, polisi lalu lintas mengusir mereka dari jalanan. “Katanya, kegiatan kami mengganggu lalu lintas dan ke

tertiban umum. Padahal, ada banyak pedagang asongan dan pengamen yang sama-sama berkegiatan di lokasi kami,” ujarnya. Kepala Dinkesos Muslich Ya sin menyatakan, Dinkesos sudah menyampaikan bantuan Bupati Win Hendrarso untuk warga Besuki yang masih tinggal di pengungsian, di eks jalan tol Porong-Gempol.

“Kami memberikan bantuan itu langsung ke pengungsian. Yang menerima secara resmi Pak Camat Jabon,” tandas Muslich.

Bantuan itu berupa 5 kuintal beras, 100 dos mi instan, 1 kuintal gula pasir, dan 10 boks ikan kalengan. “Ya, kami cuma berharap mereka yang di gedung dewan kembali ke pengungsian,” tutur Muslich.

Sementara itu, puluhan warga Kelurahan Siring dan Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, memblokade tanggul kemarin. Mereka adalah warga yang hingga sekarang belum menerima uang muka ganti rugi 20 persen. Padahal, berkas sudah dikirim ke PT Minarak dan ada berita acara penerimaannya (BAP).

Menurut warga, ada 200 berkas yang belum masuk ke Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo. Yang sudah menerima BAP 94 berkas. Sampai sekarang warga belum dipanggil untuk proses ikatan jual beli (PIJB). “Jadi, sampai sekarang kami belum dibayar, ” ucapnya.

Humas BPLS Achmad Zulkarnain berharap blokade tidak berlangsung lama. Sebab, kawasan tersebut sering dilalui kendaraan pengangkut sirtu untuk tanggul utama. “Kami harap bisa dibuka secepatnya,” katanya. (sat/riq/roz)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: