Minarak Siap Lunasi Mei

RADAR SIDOARJO  Kamis, 10 Apr 2008 Ganti Rugi Korban Lumpur
SIDOARJO – PT Minarak Lapindo Jaya menyatakan siap melunasi sisa ganti rugi aset korban lumpur 80 persen sesuai dengan jadwal, Mei mendatang. Berkas-berkas penerima ganti rugi akan diverifikasi ulang untuk menentukan penerima pelunasan pertama sesuai dengan pembayaran uang muka 20 persen lalu.

Direktur Utama PT Minarak Lapindo Jaya Bambang Mahardiyanto mengungkapkan kesanggupan itu kemarin (9/4). Menurut dia, Minarak tetap konsisten memenuhi kewajiban membayar ganti rugi. Warga diminta tidak risau dan khawatir hak mereka tidak dipenuhi. “Uang sudah kami siapkan, tinggal pembayaran,” tutur Bambang.

Bambang tidak menyebut berapa jumlah pasti yang dipersiapkan PT Minarak. Yang terpenting, lanjut dia, adalah kesanggupan melaksanakan pelunasan 80 persen. Komitmen itu akan dipenuhi sebelum masa kontrak rumah warga habis. “Kemungkinan Mei 2008,” ujarnya.

Bambang menjelaskan, PT Minarak juga akan memverifikasi ulang berkas-berkas penerima uang muka ganti rugi 20 persen lalu. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada kesalahan selama proses pembayaran uang muka ganti rugi.

Setelah itu, berkas diurutkan sesuai dengan urutan saat pembayaran uang muka. “Jadi, yang dulu menerima pertama akan dilunasi pertama,” ujar Bambang.

Menanggapi itu, Choirul Huda, warga Jatirejo, menilai hal tersebut sudah merupaka keharusan bagi PT Minarak. Komitmen terhadap warga itu sudah lama ditunggu. “Jadi, sudah seharusnya pelunasan dilakukan,” katanya.

Dia juga menyatakan, warga lebih memilih pelunasan dalam bentuk cash and carry . Alasannya, 60 persen warga sudah memiliki tanah di berbagai tempat. Tanah itu dibeli dari hasil ganti rugi 20 persen. “Karena itulah, warga tidak tertarik dengan program relokasi oleh PT Minarak,” ucapnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Sidoarjo AKP Andi Yudianto melihat lokasi goronggorong yang mengandung gas mudah terbakar di Siring Barat. Bersama warga, dia membongkar salah satu penutup gorong-gorong tersebut. Saat penutup gorong-gorong dibuka, keluar bau menyengat dan udara panas.

AKP Andi mengatakan kawasan tersebut berbahaya. Dia akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) untuk memasang peringatan di tempat tersebut. Sebab, sering sopir menepi untuk sekadar istirahat. Dikhawatirkan, mereka membuang puntung rokok dan menyebabkan kebakaran. “Untuk itu harus dikasih peringatan,” ucapnya.

Humas BPLS Achmad Zulkarnain mengaku sempat berencana membongkar penutup gorong- gorong tersebut. Tujuannya, memberikan ruang terbuka sehingga gas tidak terkonsentrasi. Namun, hal itu ditolak warga. “Katanya, mereka akan mencium bau tidak enak dan membuat sesak,” kata Zulkarnain. Antisipasi yang bisa dilakukan BPLS hanya memasang peringatan agar waspada di kawasan tersebut. (riq/roz)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: