Konsul AS Puji Perempuan Korban Lumpur

RADAR SIDOARJO  Sabtu, 26 Apr 2008

SIDOARJO – Konsul Jenderal Amerika Serikat (AS) di Surabaya Caryn McClelland jadi tamu istimewa pengungsi korban lumpur panas. Caryn kemarin mengunjungi dan mendengarkan keluhan pengungsi perempuan di tenda-tenda bekas jalan tol Desa Besuki, Kecamatan Jabon.

Caryn berkunjung bersama aktivis-aktivis Forum Peduli Perempuan yang mengadakan berbagai kegiatan peringatan Hari Bumi dan Kartini. Di antaranya, Emy Susanti Hendrarso, Cahyani Wilis Arif Affandi, dan Sirikit Syah. Mereka juga menghadiri sarasehan, bakti sosial, dan gelar karya perempuan korban lumpur di Pendapa Delta Wibawa.

Dengan menumpang bus dan melalui jalur alternatif, para aktivis perempuan itu tiba sekitar pukul 08.30 dan mengunjungi tenda-tenda pengungsian. Caryn sempat berdialog dengan ibu-ibu dan remaja putri. Anak-anak pun sempat cium tangan.

Saat itulah pengungsi mengeluhkan nasib mereka selama menempati tenda di bekas jalan tol. Sekolah jauh. Kebutuhan sehari-hari dan kebersihan sangat kurang. Selimut dan pakaian pun tidak memadai. “Kami ingin segera ada kejelasan bagaimana selanjutnya,” kata salah seorang ibu.

Caryn yang saat itu mengenakan selendang batik khas Sidoarjo tersebut mengatakan, perempuan korban lumpur memiliki kekuatan. Kekuatan mereka bisa menghasilkan potensi jika dikembangkan secara optimal. Dia merasa memperoleh pengalaman berharga ketika bertemu anak-anak dan perempuan yang bertahan dengan keterbatasan dan cuaca yang tidak mendukung. “Saya bisa memahami situasi perempuan di sini sehingga bisa membuat langkah ke depan,” katanya.

Caryn berharap, isi dialog dengan warga di pengungsian bisa dipertimbangkan dan ditindaklanjuti Pemkab Sidoarjo. Bentuk tindak lanjut itu, antara lain, pemberian bantuan penyuluhan serta program penguatan dan pengembangan ekonomi lokal.

Emy Susanti mengatakan, kunjungan kemarin (25/4) sengaja dilakukan untuk melihat langsung kondisi pengungsi perempuan. Mereka mendapatkan bantuan, baik sembako maupun kebutuhan lain. Keluhan pengungsi Emy tanggapi. Dia berjanji mencarikan solusi. Emy berharap agar pengungsi kuat dan tidak selalu bergantung kepada suami. (nuq/roz)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: