Tiga Desa di Porong Bisa Meledak

Jum’at, 02 Mei 2008 | 15:16 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebanyak tiga desa di sekitar semburan lumpur di Porong dinyatakan berbahaya, tidak layak huni dan sewaktu-waktu kawsan ini bisa meledak. Tiga desa itu antara lain Desa Mindi, Jatirejo Barat dan Siring Barat. Laporan Tim Kajian Kelayakan Hunian Warga Sekitar Lumpur Sidoarjo menyebutkan, air, udara dan tanah di tiga desa tersebut gawat dan berbahaya.

Ketua Tim Kajian Kelayakan Hunian Warga Sekitar Lumpur Sidoarjo Nyoman Sutandra mengatakan, semua RT (Rukun Tetangga) di RW (Rukun Warga) Siring Barat dinyatakan berbahaya, yakni RT 01, 02, 03 dan RT 12. Sedangkan di RW 01 Jatirejo Barat ada dua RT yang gawat yakni RT 01 dan RT 02. Di Mindi yang dinyatakan berbahaya di RW 02, yang terdiri RT 10, RT 13 dan RT 15.

Nyoman menjelaskan tiga desa di Porong itu sangat berbahaya bagi manusia dan sudah tidak layak huni. Ia menyebutkan kandungan metana di beberapa titik di wilayah itu ada yang sudah mencapai 2100-50.000 ppm di satu titik tertentu. Padahal batasnya hanya 0,24 ppm.

Kondisi tersebut kata dosen ITS sudah berbahaya. Gas mitana merebut oksigen manusia, sehingga bila paru-parunya tidak kuat orang yang menghirup bisa sesak nafas. “Kondisi ini sudah sangat gawat. Jika kandungan mitana di udara di atas 50.000 ppm akan mudah meledak dan terbakar,” ungkapnya seusai bertemu gubernur di kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan, Surabaya, Jumat (02/5).

Dalam laporannya, tim meminta kepada pemerintah untuk mengendalikan gas yang keluar dari tanah di daerah itu, diantara NO2, Metana dan H2S. Kalau gas tersebut tak bisa dikendalikan harus dipindahkan. “Mengendalikan gas itu sangat sulit karena sifat gas tak terlihat,” terangnya.

Mulai saat ini kata Nyoman, gas liar di tiga desa itu harus dijawa dan diwaspadai.
Itu harus dijaga dan gas harus dipindahkan. Mengendalikan gas tak mudah, seperti pertamina di bakar dan dibuang. Kecuali kalau bisa dikendalikan. Krisis energi kita buang-buuang energi.

Gubernur Jatim Imam Utomo, mengatakan akan melaporkan laporan Tim Kajian Kelayakan Hunian Warga Sekitar Lumpur Sidoarjo kepada dewan pengarah lumpur Lapindo, Menteri PU Bina Marga, Joko Kirmanto. “Tapi kita akan menunggu laporan ketiga tim independen dua minggu lagi. Kalau kesimpulan sudah terakhir akan kita sampaikan ke dewan pengarah,” kata Imam.

Saat ini, gubernur masih menyusun laporan tentang kondisi tiga desa berbahaya di Porong tersebut. Dalam laporan itu, gubernur meminta agar warga di tiga desa itu direlokasi karena sudah tak layak huni. “Saya akan minta ke dewan pengarah dulu, tiga desa itu perlu direlokasi dan harus disediakan lahan,” ujarnya sambil menambahkan dewan pengarah yang akan meneruskan rekomendasi itu ke pemerintah pusat.

Kepala Dinas Enegri dan Sumber Daya Minireal (ESDM) Tutut Herawati, menambahkan berdasarkan pengamatannya warga di tiga daerah itu harus segera direlokasi. Semalam rumah Ustman, warga Jatirejo Barat, keluar semburan air setinggi 30 cm dengan diameter 50 cm. “Baunya menyengat. Sekaranag diameternya sudah 50 centimeter. Siang ini kita kasih garis line,” ungkapnya.

Tutut diperintah gubernur untuk memberi cerebong ditiap titik semburan. Gubernur juga minta agar merelokasi gas. Masalahnya kata Tutut semburan gas itu ada di mana-mana, di rumah, di ruang tamu, dapur dan kamar mandi. Air yang keluar bercampur lumpur, dingin tawar, tapi bau gasnya menyengat. Kawasan lainnya ada di sumur pabrik es, airnya menyembur keluar.

Upaya darurat sementara yang bisa dilakukan adalah menghimbau warga segera meninggalkan tempat tinggalnya. Sebagian warga sudah meninggalkan rumah. Namun ada juga warga yang kebal.

Selain udaranya sudah tak sehat, air di tiga desa itu sudah tak bisa dipakai termasuk tak bisa di pakai MCK karena berubah warna dan bau. Ada penurunan permukaan tanah di Desa Mindi 0,3 m, Jatirejo Barat 0,32 m, sedangkan di desa Siring Barat terjadi penurunan 0,65 dan 1,03 m. “Lingkungan udara sudah di atas ambang batas, permukaan tanahnya turun,” terangnya. adi mawardi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: