Warga Korban Lumpur Mengemis Massal Pasca Dihentikan Jatah Makanan

Jumat, 02 Mei 2008 20:39:00 Sidoarjo-RoL– Ratusan warga korban lumpur yang tergabung dalam Paguyuban Warga Renokenongo Menolak Kontrak (Pagar Rekontrak), Jumat melakukan aksi mengemis di sepanjang jalan Raya Porong, Sidoarjo, tepatnya di depan pintu masuk lokasi pengungsian Pasar Baru Porong (PBP).

Aksi warga yang bertahan di Pasar Baru Porong (PBP) ini dilakukan menyikapi dihentikannya jatah makan mereka oleh Lapindo Brantas Inc. terhitung per 1 Mei kemarin.

Sulasmi, salah satu warga Pagar Rekontrak yang ikut mengemis mengatakan, aksi warga yang diikuti para bapak, ibu dan anak ini dilakukan sebagai upaya untuk mengetuk perhatian pihak LBI dan pemerintah untuk bertanggung jawab atas nasib mereka.

“Kami ingin pihak terkait dalam hal ini Lapindo maupun Pemerintah untuk memperhatikan nasib kami yang sekarang ini tidak bisa makan, setelah jatah makan yang sebelumnya di berikan Lapindo mulai kemarin di stop,” kata Sulasmi.

Menurut dia, jika tidak mengemis warga yang berjumlah 600 KK atau sekitar 2000 jiwa bisa kesulitan mempertahankan hidupnya.

“Kalau tidak dengan mengemis, mana mungkin warga bisa makan dalam kesehariannya, apalagi sekarang ini banyak warga yang menganggur pasca melubernya lumpur dan menghilangkan mata pencaharian pekerjaan mereka,” katanya.

Menyinggung hingga kapan aksi ini dilakukan, ia mengatakan, akan dilakukannya sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
“Kami akan berhenti aksi mengemis ini sampai ada pihak yang sanggup memberi makan kepada warga pengungsi ini,” katanya.

Pantauan di lapangan, warga yang melakukan aksi meminta-meminta ini memabawa kardus yang bertuliskan keprihatinannya, diantaranya: “Anakku butuh makan, Lapindo mana tanggungjawabmu?.

Aksi ini dilakukan secara bergantian, bagi warga yang lelah, bisa istirahat di emperan toko sepanjang jalan Raya Porong dan yang lama mengantri bisa menggantikan posisinya untuk turun ke jalan raya.

Aksi warga ini juga mendapatkan penjagaan ketat dari aparat Kepolisian untuk mengantisipasi adanya aksi yang merembet pemblokiran jalan Raya Porong. antara/abi

Iklan

5 Responses to Warga Korban Lumpur Mengemis Massal Pasca Dihentikan Jatah Makanan

  1. nh wibowo berkata:

    BISMILLAHHIROHMANNIRROHIM..
    SAYA, RAKYAT KECIL YANG TERANIAYA OLEH LUMPUR BERDOA..
    SEMOGA PARA PEJABAT YANG DZOLIM TERHADAP RAKYATNYA MENDAPATKAN AZAB YANG BERLIPAT-LIPAT SEBELUM MATI DAN SESUDAH MATI…!!
    AMIN.. AMIN.. AMIIIIIIINNN…..!!!!

  2. korbanlapindo berkata:

    setelah terpaksa mengemis, mudah2an saja kami tidak akan sampai terpaksa mengemis, atau bahkan menjual diri.

  3. Tonas berkata:

    Mau Omongan maupun sudah ada tertulisnya, yang mana-nya PEJABAT yang udah tidak punya NURANI, tetap aja BANGSAT…!!!!! Kenyataan-nya sudah banyak kami alami sendiri, sampai dengan hari ini semuanya BUILT-SHIT, CUMAN ANGIN SURGA ALIAS KENTUT …. !!!!!

  4. herman berkata:

    nek ngomong thok akeh tunggale , hitam diatas putihnya ada tidak

  5. Tonas berkata:

    TEMPO Interaktif, Jakarta:Jatah makan untuk pengungsi korban luapan lumpur Lapindo, tidak dihentikan. Kepastian itu disampaikan Nirwana Bakrie pemilik PT Lapindo Berantas kepada Gubernur Jatim Imam Utomo. “(saya) sudah minta jangan,” kata Gubernur, Jumat (2/4).

    Menurutnya, dirinya sudah meminta ke Nirwana agar jatah makan pengungsi itu tidak dihentikan sampai warga mendapat pencairan uang muka ganti rugi 20 persen. “Itu kesepakatan sampai selesai bayar. Saya sudah telpon Pak Nirwana,” paparnya.

    Sebelumnya Gubernur Jatim Imam Utomo meminta kepada Nirwana Bakrie, tidak menghentikan jatah makan bagi pengungsi lumpur Lapindo sampai seluruh pengungsi mendapat uang muka ganti rugi 20 persen. Permintaan gubernur itu disampaikan ketika menerima rombongan Komnas HAM di ruang kerjanya, Senin (28/4).

    Komnas HAM juga meminta agar jatah makan pengungsi tidak dihentikan. Penghentian jatah makan pengungsi lumpur Lapindo di Pasar Baru Porong yang direncanakan per 1 Mei 2008 dinilai sebagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM). adi mawardi

    INI BENTUK KONGKRIT YANG HARUS MASYAKAT TAU BAHWA OMONGAN PARA PEJABAT DI JAWA TIMUR TIDAK ADA BEDANYA DENGAN “KENTUT” BETUL NGGAK PAK IMAM….!!!! REAL-NYA LAPINDO SUDAH MENGHENTIKAN JATAH MAKAN BAGI WARGA YANG MENGUNGSI DI PASAR PORONG, DAN PEMBAYARAN 20% MASIH ADA YANG BELUM BERES JUGA ( 500 BERKAS MASIH TERSANGKUT DI BP-BPLS, SUDAH 4 BULAN TIDAK DI PROSES SAMA SEKALI ALIAS DI TUMPUK DI MEJA TIM VERIFIKASI BP-BPLS ), SAMPAI DENGAN MENGINJAK BULAN MEI 2008, PADAHAL PERPRES 14 TAHUN 2007 AMAT JELAS BAHWA SISA PEMBAYARAN YANG 80% HARUS DI BAYARKAN SELAMBAT-LAMBATNYA 1 BULAN SEBELUM MASA KONTRAK RUMAH 2 TAHUN HABIS. INI SUDAH MAU MENGINJAK ULANG TAHUN LUMPUR YANG KE-2 TAHUN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: