45 Korban Belum Terima 20 Persen

RADAR SIDOARJO Jumat, 23 Mei 2008

Berkas Terlambat Diverifikasi
SIDOARJO – Malang benar nasib 45 warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera I ini. Saat warga lain telah menanti pelunasan ganti rugi 80 persen 28 Mei mendatang, mereka belum mendapatkan uang muka 20 persen. Berkas tersebut sempat tersendat karena masalah tanda tangan RT dan RW.

Puluhan warga korban lumpur panas yang dikoordinatori Sumitro itu mendatangi Kantor PT Minarak Lapindo Jaya di Juanda Bisnis Center, Jl Raya Juanda, pada Senin (19/5) siang. Menurut Sumitro, berkas warga sudah masuk ke Tim Verifikasi Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) pada 30 November 2007.

Penyerahan berkas tersebut melebihi batas waktu yang ditentukan, yakni 30 Agustus 2008, menurut Peraturan Presiden No 40 Tahun 2007. Berkas terlambat karena tidak ada tanda tangan ketua RT dan ketua RW. “Tapi, semua sudah dilengkapi dan masuk ke tim verifikasi,” ujar dia.

Namun, hingga kemarin (20/5), belum ada tanda-tanda kepastian pembayaran uang muka 20 persen. “Itu artinya, berkas kami tidak dikerjakan. Kami panik dan khawatir,” terangnya.

Sumitro dan kawan-kawan kemudian mendatangi Kantor PT Minarak dan menemui Vice President PT Minarak Lapindo Jaya Andi Darussalam Tabusalla. Mereka menyanggong di tempat tersebut sambil berharap ada kepastian. “Sejak sore kami sudah di sini,” jelas Sumitro Senin malam. Andi yang tiba dari Jakarta Senin pukul 22.00 langsung menemui Sumitro dan kawan-kawan.

Mereka berunding sekitar dua jam. Setelah itu, Andi dan Sumitro memberikan penjelasan kepada puluhan warga yang menunggu-nunggu. Dikatakan Sumitro, sudah ada kepastian dari PT Minarak untuk menyelesaikan 45 berkas warga.

Dia menirukan perkataan Andi yang berjanji melaksanakan realisasi 20 persen bagi warga Perum TAS 1 sambil menyelesaikan 80 persen. “Hak kami akan dipenuhi,” kata Sumitro. Warga lega.

Andi menegaskan tetap berkomitmen menyelesaikan semua ganti rugi. Hanya, semua butuh waktu. “Jadi, tunggu giliran, katanya. Saat ini, PT Minarak menyiapkan penyelesaian 80 persen. Namun, itu tidak berarti berkas ganti rugi 20 persen yang belum realisasi tidak dianggap. “Kami masih perhitungkan, tunggu saja waktunya,” jelas Andi.

Sementara itu, seiring datangnya kemarau, kondisi Kali Porong mengkhawatirkan lagi. Sebab, sedimentasi mulai muncul dari endapan lumpur yang dibuang melalui spill way. BPLS belum mengambil antisipasi terkait sedimentasi tersebut.

Arus air terhenti 100 meter di sebelah barat pipa. Sebab, kawasan itu telah dipenuhi hamparan lumpur yang mulai mengering. Air hanya bisa mengalir melalui celah di bagian selatan selebar 10 meter. Dua pipa pembuangan masih mengalirkan lumpur dengan deras.

Staf Humas BPLS Ahmad Kusairi mengatakan sedimentasi disebabkan debit air dari hulu mengecil. Lumpur yang dibuang ke kali tidak hanyut ke laut. Saat ini pengendapannya masih relatif cair. Sehingga masih mudah di antispasi. “Bisa diaduk dengan ekskaponton,” katanya. (riq/roz)

2 Balasan ke 45 Korban Belum Terima 20 Persen

  1. KorLuSi mengatakan:

    Sementara itu, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah selaku Wakil Ketua Dewan Pengarah Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) mengatakan, pemerintah akan memastikan pembayaran ganti rugi bagi warga yang menjadi korban luapan lumpur daerah eksplorasi PT Lapindo Brantas Inc. di Sidoarjo, Jawa Timur, selesai pada 2009.

    “Sesuai Perpres Nomor 14 tahun 2007, maka kita minta PT Minarak Lapindo Jaya menyelesaikan itu sesuai tahapan yang ditetapkan dan harus selesai tahun 2009,” katanya.

    Menurut catatan BPLS, PT Minarak Lapindo Jaya telah menerima 12.832 berkas bidang tanah warga untuk diverifikasi dimana 12.421 berkas diantaranya telah diverifikasi dan dari jumlah itu sebanyak 12.157 bidang tanah sudah dibayar

    TERSENDATNYA BERKAS KAMI INI, SALAH SATUNYA DI SEBABKAN OLEH LAPORAN YANG SEPERTI INI, DIMANA REALISTASNYA, SAMPAI DENGAN HARI INI 30 MEI 2008, PT. MINARAK LAPIND JAYA BARU MEMBAYAR 12.040 BERKAS BIDANG WARGA UNTUK MENERIMA PEMBAYARAN 20%, KALAU DI CUPLIKAN ARTIKEL DIATAS SUDAH 12.157 BIDANG TANAH SUDAH DIBAYAR ITU DATA DAPAT DARI MANA…????? PAK MENTERI APA SUDAH “PIKUN” ATAU “GAPTEK” , DAN PERLU DI INGAT JUGA “PEMBENGKAKAN” LAPORAN DATA WARGA ITU ASAL-USULNYA DARI BP-BPLS, SAMPAI HARI INI PT. MINARAK LAPINDO JAYA HANYA MENGAKUI BAHWA DATA YANG DI VERIFIKASI OLEH PT. MINARAK LAPINDO JAYA HANYA 11.596 BERKAS. BPLS KALAU NGOMONG YANG JELAS DONK…!!!!! JANGAN MEMPROPAGANDAKAN LAPORAN YANG “TIDAK BISA” DI PERTANGGUNG JAWABKAN….!!!! KALAU SAMPAI BENAR-BENAR TIDAK TERBAYARKAN “HAK-HAK” KAMI, MAKA BPLS YANG PALING BERTANGGUNG JAWAB ATAS HAL INI…!!!!

  2. KorLuSi mengatakan:

    Itu belum semuanya, data terakhir yang belum terima 20% terdiri dari 4 Katagori, yaitu : 1. Berkas yang di kembalikan PT. Minarak Lapindo Jaya ke BPLS ada 320 Berkas ( Menurut PT. Minarak Bermasalah dan kemungkinan TIDAK AKAN DI BAYARKAN ), 2. Berkas warga Perumtas-1 yang terkoordinir oleh Perwakilan Warga Perumtas-1 ada 45 Warga dan skrg posisi di BPLS Belum berjalan kelanjutan Verifikasinya, 3. Berkas yang belum di Masuk ke BPLS ( Warga Pengungsian Pasar Baru Porong ) Sebanyak 600 Berkas. 4. Berkas Warga yang memasukkan Sendiri ke BPLS untuk di verifikasi ( Belum Terlacak Jumlah-nya ) dan itu BELUM bisa MENERIMA PEMBAYARAN 20%. Nah, kalau semua di Total Kurang-lebih masih 965 KK yang belum bisa mendapatkan Pembayaran 20%, dan ini tidak menutup kemungkinan masih BANYAK. Dan ini juga perlu di perhatikan bahwa Data tersebut adalah Warga Korban Lumpur yang SUDAH JELAS-JELAS MASUK DALAM AREAL PETA TERDAMPAK SEPERTI YANG TERCANTUM DALAM PERPRES No. 14 Tahun 2007. MANA KOMITMENT “PEMBUAT-PERPRES” TERSEBUT..?????!!!! BAGAIMANA “TINDAKAN-REAL dan HATI NURANI PEMBUAT PERPRES” TERHADAP PARA KORBAN YANG BELUM MENDAPATKAN PEMBAYARAN SESUAI PERPRES No.14…????!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: