Tanggul Lumpur di Renokenongo Hingga Kedungbendo Amblas

22/05/08 20:08
Sidoarjo (ANTARA News) – Tanggul dekat pusat semburan lumpur Lapindo Brantas Inc., Kamis, kembali ambles, tepatnya di tanggul RenoKenongo Porong hingga Kedungbendo Tanggulangin, Sidoarjo.

Tanggul di titik 4 hingga 61 itu ambles antara satu hingga dua meter dengan panjang 200 meter, sehingga tanggul selebar lima meter tersebut terbelah menjadi dua, yang mengakibatkan aktivitas penyambungan tanggul dari Gelagah Arum-Renokenongo terganggu.

Beruntung kondisi ketinggian lumpur dalam pond masih normal yakni berkisar dua sampai tiga meter dari bibir tanggul sehinga volume lumpur masih tertampung.

Menurut Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Achmad Zulkarnaen, saat ini sebelum dilakukan peninggian dan perbaikan tanggul, truk sirtu yang menuju pusat semburan tidak bisa mendekat ke pusat semburan.

Namun, pihaknya hingga kini terus melakukan peninggian dan perbaikan agar aktivitas pembuatan pond (kolam penampungan lumpur) di Gelagah Arum dan Renokenonggo tersebut bisa berjalan lancar.

Tetapi, ia tidak bisa memastikan kapan peninggian dan penguatan tanggul tersebut akan bisa terselesaikan.

“Untuk sementara truk sirtu harus melakukan aktivitasnya melalui pintu masuk Desa Siring, Sedangkan dari jalur timur yang biasa mengantar sirtu sekarang terhenti,” katanya.

Dikebut

Sementara itu, BPLS kini sedang mengerjakan pembangunan tanggul di Desa Ketapang, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo dan diperkirakan pengerjaannya rampung pekan depan.

Pembangunan tanggul tersebut akan menyambung hingga ke tanggul di Desa Kedungbendo, yakni bekas Perum Tanggulangin Anggun Sejahtera (Perum TAS). Selanjutnya bersambung ke sebelah timur tepatnya di Desa Renokenongo.

Kini sebagian besar bangunan rumah yang menjadi lokasi tanggul tersebut sudah dibongkar dan dibebaskan.

Humas BPLS, Ahmad Zulkarnain ditemui di lokasi, Kamis mengatakan, hingga saat ini pengerjaan tanggul tersebut tidak ada kendala yang berarti dan cuaca juga cukup mendukung sehingga pengerjaannya akan segera selesai.

“Pengerjaannya harus dikebut, karena kondisi kolam penampungan lumpur di tanggul utama yang volume lumpurnya terus naik. Tanggul Ketapang ini nantinya akan menjadi tanggul alternatif,” katanya.

Konstruksi bangunan tanggul itu juga sama dengan tanggul lainnya, yakni menggunakan material kasar (sirtu, red).

Selain membuat tanggul, kini BPLS juga mengerjakan saluran irigasi di tanggul Desa Jatirejo dan Siring Barat, tepatnya di timur rel kereta api.

Saluran irigasi tersebut berasal dari Box Culvert dengan lebar 1 meter. Selain mampu menahan penurunan tanah (subsidance, red), kekuatan saluran irigasi dari Box Culvert tersebut juga bisa menahan pergerakan tanah di tanggul.

Bahkan BPLS kini juga membangun tanggul lapis luar di Desa Jatirejo, Siring Barat dan Kedungbendo. Tanggul lapis luar tersebut nanti akan menambah volume kekuatan tanggul dan lebar tanggul.(*)

COPYRIGHT © 2008

Iklan

3 Balasan ke Tanggul Lumpur di Renokenongo Hingga Kedungbendo Amblas

  1. Izul berkata:

    Seharusnya bisa diteliti dengan baik oleh petugas yang berwenang disana, sebetulnya amblesan tersebut adalah pertanda bahwa semburan lumpur utama sudah mulai berhenti, kenapa ditutup tutupi, secara logika sudah kelihatan bahwa tanggul ambles sepanjang 200 meter dan kedalaman sampai 2 meter, tidak ada luberan lagi. Kalaupun masih ada semburan pasti sudah meluber kemana mana. dan semenjak februari 2008 menurut data dari kompas jumat 23 mei 2008 kemarin tidak tercatat lagi luberan lumpur, mohon dengan hormat para wartawan untuk melakukan investigasi dengan baik, dan mewartakan berita yang sebenarnya, sehingga masyarakat dapat berharap bahwa berita kebaikan masih ada di tanah jawa.

  2. KorLuSi berkata:

    Dan itu adalah Solusi yang SELALU DI LAKNATI !!!!! oleh PARA KORBAN LUMPUR, Khusus-nya yang SAMPAI SAAT INI BELUM MENDAPATKAN SEMUA SKIM PEMBAYARAN YANG BENAR-BENAR BERPIHAK PADA KORBAN LUMPUR !!!!! KAMI TIDAK AKAN PERNAH “IHKLAS” LAHIR BATIN…. !!!!!!

  3. transmorfosis berkata:

    namanya aja solusi tambal sulam, bukan solusi tuntas. jadi wajar saja kalo sampe hal ini terjadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: