Pembayaran 80 Persen Ganti Rugi Korban Lumpur Dimulai

27/05/08 23:21 Sidoarjo (ANTARA News) – PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ) akan melakukan pembayaran sisa 80 persen ganti rugi “cash and carry” aset bagi warga korban lumpur Lapindo Brantas Inc., mulai Rabu (28/5).

Untuk melihat kesiapan MLJ dalam pembayaran 80 persen, anggota DPR RI dari Tim Pemantau BPLS melakukan pertemuan di Delta Wicaksana, Sidoarjo, Selasa.

Hadir dalam pertemuan itu, Vice Relation Lapindo Brantas Inc., Yuniwati Teryana, Vice Presiden PT MLJ, Andi Darussalam Tabusala, perwakilan BPLS, Karyadi dan Wakil Bupati Saiful Ilah serta sejumlah anggota tim Pemantau BPLS yang dikoordini Priyo Budi Santoso.

Bagi yang bersertifikat

Dalam pertemuan itu, Minarak mengaku sudah siap melaksanakan pembayaran sisa 80 persen bagi korban lumpur yang bersertifikat.

Wakil Ketua Tim Pemantau BPLS, Priyo Budi Santoso, mengatakan kedatangan timnya untuk mengecek persiapan pembayaran 80 persen. “Dari pemaparannya, MLJ mengaku sudah siap untuk melakukan pembayaran,” katanya.

Tanggungjawab Lapindo, Pemerintah

Menurut dia, sesuai Perpres NO 14 Tahun 2007, tanggung jawab masalah lumpur yang masuk peta terdampak menjadi tanggung jawab Lapindo.

“Sedangkan, kawasan yang ada di luar peta terdampak menjadi tanggung jawab pemerintah,” kata Ketua Fraksi Golkar di DPR RI ini.

Untuk penanganan kawasan di luar peta terdampak, Priyo minta pemerintah segera mengeluarkan anggaran untuk penanganan lumpur, sehingga meredam masalah yang muncul.

Sementara itu, Yuniwati Teryana mengatakan, pihaknya akan melakukan pembayaran 80 persen seperti yang ditetapkan dalam Perpres No 14 tahun 2007.

“Pembayaran 80 persen dilakukan sebulan sebelum masa kontrak rumah korban lumpur habis. Di bulan Mei ini, persis sebulan sebelum masa kontrak rumah warga korban lumpur habis,” katanya.

Ia mengatakan, untuk pembayaran 80 persen yang dimulai Rabu, meliputi sekitar 151 berkas sawah milik korban lumpur. Sedangkan, untuk bangunan dibayarkan setelah pembayaran sawah.

Sementara itu, Andi Darussalam mengaku pihaknya sudah siap membayar 80 persen sisa ganti rugi atas aset korban lumpur yang mempunyai SHM atau sertifikat.

“Sedangkan untuk non sertifikat (petok D dan letter C), atau warga yang menghendaki resettleman di Kahuripan Nirwana Village, kami juga siap,” katanya.(*)

COPYRIGHT © 2008

Iklan

4 Balasan ke Pembayaran 80 Persen Ganti Rugi Korban Lumpur Dimulai

  1. firstiar berkata:

    Wah … kelompok yang mana yah? saya sendiri, walaupun menyatakan korban, tidak secara langsung terkena dampaknya (yang menyebabkan kehilangan tempat tinggal dan sebagainya). Tapi secara tidak langsung, bisa dibilang korban juga. Sebenarnya lebih tepatnya, ayah saya yang jadi korban. Beliau yang punya rumah di PerumTas (bersertifikat, dan lunas / non-kpr). Hanya saja karena kebetulan karena suatu hal, keluarga saya harus menjalani operasi ortopedi dimana sudah bisa dipastikan harus dua kali menjalani operasi (pemasangan dan pengangkatan pen). Operasi ortoped dikenal sebagai salah satu operasi yang termahal saat ini (mengingat operasinya sendiri sudah mahal, belum lagi harus dua kali operasi). Sejatinya, kalau tidak ada lusi, rumah di perumtas mau dijual untuk biaya operasi. Tapi sekarang, kami harus hutang sana-sini karena rumah di perumtas sudah pasti tidak bisa dijual, dan ganti rugi lapindo yang tak kunjung ada kejelasan. Sedangkan hutang-hutang tersebut sudah jelas ada tenggat waktunya. Jadi ….. beuh …. makin liyer mikirnya.

    Terserah sampeyan deh mau dimasukin “kelompok” mana. Yang jelas situasinya seperti di atas. Terbelit hutang dan perlu kejelasan akan hak kami karena tenggat waktu pelunasan hutang sudah semakin dekat. Jadi sepertinya mustahil kalau menerima penggantian berupa rumah lagi. Apalagi ini rumah belum jadi yang sudah pasti nda bisa dijual dalam waktu dekat 😦

  2. Tonas berkata:

    Soetandyo Wignyosoebroto
    Terinspirasi Khalil Gibran

    Nama Soetandyo Wignyosoebroto tak bisa dilepaskan dari belantara intelektual Indonesia. Meski usianya sudah menjelang 76 tahun, ia tak pernah loyo. Guru besar emeritus Universitas Airlangga Surabaya itu seakan mematahkan cap tentang “orang sepuh”. Bukan hanya kondisi fisiknya yang masih terlihat bugar, tetapi yang lebih penting adalah semangatnya yang energik serta gagasannya tentang demokrasi, keadilan, dan hukum terus bergulir. Keberpihakannya pada mereka yang lemah begitu jelas.

    Maret lalu, misalnya, ia memberikan “kuliah umum” bagi korban lumpur Lapindo di tempat pengungsian di Pasar Baru Porong, Sidoarjo. Ia menyoroti Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2007 yang dinilai melanggar hukum karena memaksakan kehendak kepada warga untuk menjual tanah mereka kepada Lapindo Brantas Inc. Kuliah itu dimaksudkan untuk menyadarkan pengungsi akan hak mereka dan cara memperjuangkannya

    Ini sedikit tambahan cuplikan dari salah satu Media pendapat dari Cendikiawan yang mengharapkan bahwa “kita” Korban lumpur di mohon berhati-hati dengan segala “Tipu-Muslihat” LAPINDO bersama “Afiliasi-nya” yang menggunakan istilah penyelesaian”Ganti-Rugi / Jual-Beli” untuk Korban Lumpur dengan Prinsip “Ketulusan Hati Nurani” LAPINDO.

  3. Tonas berkata:

    Lapindo-Warga Sepakat soal Lahan Nonsertifikat
    Kategori: Sidoarjo (17 kali dibaca)
    SIDOARJO, KOMPAS – PT Lapindo Brantas—melalui PT Minarak Lapindo Jaya—dan Gabungan Korban Lumpur Lapindo, Kamis (26/6), membuat kesepakatan soal ganti rugi bangunan dan lahan nonsertifikat. Intinya, kedua pihak setuju dengan skema cash and resettlement (ganti rugi tunai dan pemindahan).
    Hal tersebut mengemukakan dalam konferensi pers yang digelar PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ) dan Gabungan Korban Lumpur Lapindo (GKLL) di Sidoarjo, Jawa Timur, kemarin. Hadir dalam pertemuan tersebut, Vice President PT MLJ Andi Darussalam Tabussala, Ketua GKLL Djoko Suprastowo, serta Sekretaris GKLL Khoirul Huda.
    Berdasarkan penyelesaian cash and resettlement, warga pemilik Petok D, Letter C, dan SK Gogol akan mendapat ganti rugi tunai (untuk bangunan) sebesar Rp 1,5 juta per meter persegi.
    Untuk lahan yang berupa tanah kering, penggantian berupa lahan dengan luas yang sama (1:1) di perumahan yang sedang dibangun PT MLJ, yakni Kahuripan Nirwana Village di Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo.
    Khusus untuk lahan sawah, korban lumpur boleh memilih ganti rugi berupa lahan, dengan luas yang sama, di Desa Sambilubu, Kecamatan Sukodono.
    Kesepakatan itu merupakan suatu kemajuan. Sebelumnya, PT Lapindo menyatakan, korban lumpur Lapindo yang lahannya berstatus Petok D, Letter C, dan SK Gogol tidak mendapat sisa pembayaran jual-beli 80 persen. Solusinya, Lapindo menawarkan relokasi di Kahuripan Nirwana Village. Namun, tawaran tersebut ditolak warga yang tergabung dalam GKLL. Mereka menuntut sisa ganti rugi yang 80 persen secara tunai.
    Selama ini ada sekitar 11.500 berkas lahan yang diajukan untuk mendapat ganti rugi dari PT Lapindo. Sebanyak 4.500 berkas di antaranya adalah lahan berstatus Petok D, Letter C, dan SK Gogol.

    Ajukan ke pengadilan

    Khoirul Huda dalam kesempatan itu mengatakan, dari sekitar 3.000 anggota GKLL yang tanahnya nonsertifikat, sekitar 2.000 orang menyatakan bersedia menerima skema yang ditetapkan kemarin. Artinya, masih ada korban lumpur yang menolak skema terbaru itu.
    Andi Darussalam menambahkan, mereka yang menolak skema baru boleh mengajukan penyelesaian melalui pengadilan. ”Skema ini akan direalisasikan mulai 1 Juli 2008. Setiap hari akan diselesaikan 100 berkas dan warga sudah bisa menerima uangnya dalam waktu dua bulan,” ujarnya

    INI SEDIKIT CUPLIKAN INFORMASI TENTANG SKIM PEMBAYARAN 80% BAGI WARGA DESA YANG TERGABUNG DALAM GKLL.
    Bung Fistiar masuk dalam “kelompok” mana …?????

  4. firstiar berkata:

    bulan juni sudah hampir habis …. sisa seminggu lagi …. mana ini kejelasan tentang ganti-rugi? malah katanya ada isu diundur sampe awal 2009 … beneran ngga sih itu? kalo sampe beneran … tega bener …. apa ga mikir apa dengan penundaan yang berbulan-bulan itu bakal nyengsarakan orang banyak 😡

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: