Mensos Serahkan Kunci Rumah Kepada 100 Korban Lumpur Lapindo

03/07/08 20:02
Mensos Serahkan Kunci Rumah Kepada 100 Korban Lumpur Lapindo
Sidoarjo (ANTARA News) – Menteri Sosial RI Bachtiar Chamsyah SE, Kamis menyerahkan kunci rumah secara simbolis kepada 100 warga korban lumpur Lapindo Brantas di Perumahan Kahuripan Nirwana Village (KNV) di Sidoarjo.

“Saya bahagia dan insya Allah warga tak rugi bertempat tinggal di perumahan ini,” kata Mensos saat memberikan sambutan pada acara “Penyerahan Kunci Rumah Korban Lumpur Porong Tahap II” di Perumahan KNV, Kamis (3/7).

Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat penting, antara lain Ketua FPDIP DPR RI Tjahjo Kumolo, Gubernur Jatim Imam Utomo, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Bambang Suranto, Kapolda Jatim Irjen Pol Herman Sumawiredja, Bupati Sidoarjo Win Hendrarso, para petinggi Kelompok Usaha Bakrie, dan lainnya.

Mensos menyatakan, setelah pembangunan dan penyerahan kunci rumah kepada korban lumpur panas di Perumahan KNV, diharapkan ke depan dilewati dengan kegembiraan bagi warga korban lumpur.

“Setelah lebih dua tahun melewati hari-hari duka dan pahit, sekarang sudah memasuki babak baru yang lebih baik,” katanya menegaskan.

Dalam kesempatan itu, Mensos menyatakan terima kasih dan penghargaan kepada PT Minarak Lapindo Jaya, Lapindo Brantas Inc, dan pihak lain yang membantu menyelesaikan masalah sosial luapan lumpur ini.

“Ini bukti bahwa MLJ tak sekadar berjanji membangunkan rumah untuk korban lumpur. MLJ memberikan bukti nyata. Namun demikian, saya ingatkan bahwa kita tak bisa menyelesaikan masalah ini dengan kehendak sendiri. Ada aturan hukum dan prosedur yang mesti dilalui. apalagi, sejak awal pemerintah menyadari masalah lumpur itu merupakan masalah berat,” katanya.

Sementara itu Vice President MLJ, Andi Darussalam Tabussala menyatakan, di lahan Perumahan KNV sekarang telah dibangun 1.072 unit rumah berbagai tipe untuk korban lumpur panas.

“Selain itu, masih ada 500 tanah kavling eks desa di KNV,” katanya.

Ia menegaskan, pembangunan rumah KNV untuk korban lumpur panas adalah wujud nyata komitmen keluarga besar Bakrie yang tak ingin menyia-nyiakan korban lumpur panas Porong.

Bahkan, hingga sekarang, MLJ telah membayar uang muka 20 persen sebanyak 12.054 berkas lahan dan bangunan terdampak lumpur panas, dengan nilai total sebesar Rp653,7 miliar lebih.

Untuk pelunasan sisanya sebesar 80 persen, lanjut Andi, manajemen MLJ akan membayar tunai untuk berkas yang bersertifikat hak milik dan hak guna bangunan sesuai jadwal.

Jumlah berkas yang telah dilunasi secara “cash and carry” sebanyak 337 berkas. Sedangkan, yang non akte jual beli (AJB) diselesaikan dengan cara resettlement plus.

Andi Darussalam juga meminta kebijakan pemerintah untuk menentukan batas akhir pembayaran berkas lahan dan bangunan yang berhak mendapat uang muka 20 persen.

Bupati Sidoarjo Win Hendrarso mengatakan pola penyelesaian cash and resettlement yang ditempuh MLJ dengan 2.000 korban lumpur yang tergabung dalam Gabungan Korban Lumpur Lapindo (GKLL), adalah solusi terbaik mengatasi ekses semburan lumpur Porong.

“Saya menyadari masalah sosial lumpur ini tak bisa dituntaskan secara cepat dan memuaskan semua pihak. Ada banyak pendekatan yang perlu diambil, termasuk pendekatan kultural,” katanya.

Dengan jumlah korban lumpur panas sebanyak 12 ribu kepala keluarga (KK) lebih, Gubernur Imam Utomo meminta MLJ dan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) segera menyelesaikan sisa pembayaran uang muka 20 persen bagi korban lumpur yang belum tuntas.

“Sebab, kalau uang muka 20 persen secara keseluruhan belum dibereskan, usaha penanggulan lumpur tak bisa dijalankan optimal. Saya terima kasih kepada MLJ yang berusaha menyelesaikan masalah ini secara tuntas,” kata Imam Utomo.

Pandangan positif mengenai pola penyelesaian cash and resettlement juga disampaikan Ketua FPDIP DPR RI Tjahjo Kumolo. “Ini jalan terbaik, agar warga tak konsumtif. Ada sisa uang untuk usaha. Atas langkah ini DPR setuju,” katanya.

Yang penting, tambahnya, MLJ dan pihak lainnya tak memaksa korban lumpur menempati permukiman di perumahan tersebut.

“Prinsipnya pemerintah dan MLJ tak memaksa kalau ada warga memilih opsi yang lain. Saya kira ini solusi terbaik. Kalau tidak, akan terus melebar masalahnya,” katanya.(*)

COPYRIGHT © 2008

4 Balasan ke Mensos Serahkan Kunci Rumah Kepada 100 Korban Lumpur Lapindo

  1. Tonas mengatakan:

    20 August 2008
    Korban Lumpur Lapindo Demo PT. Minarak Lapindo Jaya

    Iman D. Nugroho

    Sekitar 200 orang warga lumpur yang mewakili 997 kepala keluarga warga Perumahan Tanggul Angin Sejahtera (Perumtas) menggelar demonstrasi di depan kantor PT. Minarak Lapindo Jaya di Surabaya, Rabu(21/08/08) ini. Mereka menagih uang sisa pembayaran yang dijanjikan PT. Minarak akan diberikan Juni lalu. Namun, hingga tiga bulan berselang, pembayaran itu belum juga dilakukan.

    Kepada The Jakarta Post, koordinator demonstrasi Agus Hariyanto mengatakan, unjuk rasa kali ini terpaksa dilakukan karena janji PT. Minarak Lapindo Jaya tidak segera terealisasi. Bahkan, warga mengguhungi Direktur PT. Minarak Andi Darussalam, juga tidak ada kepastian. “Demonstrasi ini adalah jalan satu-satunya untuk mengingatkan kembali perihal pembayaran itu,” kata Agus.

    Sayangnya, saat demonstrasi berlangsung, tidak ada seorang pun dari PT. Minarak Lapindo Jaya yang ada di kantor yang terletak di lantai IV gedung Srijaya itu. Saat Andi Darussalam dihubungi melalui telepon, Andi malah meminta pertemuan dilakukan di sebuah restauran di khawasan Bandara Udara Juanda, yang berjarak sekitar 30 Km dari lokasi tempat korban lumpur berdemonstrasi.

    Permintaan Andi ditolak oleh para demonstran. Lantaran, sebelum melakukan demonstrasi di depan kantor PT. Minarak Lapindo Jaya, warga korban lumpur sudah menghubungi Andi dan memberitahukan perihal lokasi demonstrasi. “Ini seperti mempermainkan kami saja, Andi harus ingat, PT. Lapindo yang menyebabkan ini semua, dan kami adalha korban,” kata Agus.

    Dari kelompok Hingga saat ini ada 997 Kk warga Perumtas yang terkatung-katung hidupnya. Janji rekolasi rumah yang dijanjikan oleh PT. Minarak Lapindo Jaya belum semua terealisasi. Bahkan, sebagian besar masih berbentuk tanah, tanpa bangunan. “Padahal janjinya, kami akan diberikan rumah, dan uang sisa penjualan diberikan lagi kepada kami,” kata Agus.

    Keterangan Foto: Hendro D. Laksono saat hearing dengan LBH Surabaya dan AJI Surabaya

  2. Tonas mengatakan:

    TP2LS Kunjungi KNV

    SIDOARJO – Tim Pemantau Penanganan Lumpur Sidoarjo (TP2LS) mengunjungi Kahuripan Nirwana Villages (KNV) kemarin (10/7). Sebelumnya, mereka mengadakan pertemuan dengan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), staf Kementerian Lingkungan Hidup, dan BP Migas di Hotel JW Marriott Surabaya. Kunjungan itu bertujuan untuk menilik kelayakan permukiman bagi para korban lumpur.

    Anggota TP2LS Ade Iskandar Nasution mengatakan, permukiman tersebut sangat bagus. Lebih bagus daripada rumah warga yang ditenggelamkan lumpur. Jalan utamanya lebar dan memiliki banyak penghijauan. “Infrastrukturnya bagus, seperti di Amerika,” tutur Ade.

    Dia menyarankan kepada warga yang sudah memilih rumah di sana agar tidak menjual kembali atau mengontrakkannya. “Lokasinya lebih bagus jika bisa dinikmati sendiri,” tambah Ade.

    INI BUKTI LAGI KALAU “PIMPINAN” YANG NOTABE-NYA “WAKIL” RAKYAT (DPR-RI), YANG JELAS-JELAS TIDAK MELIHAT KEADAAN “REAL” PERMASALAHAN YANG SEDANG DIHADAPI OLEH RAKYAT-NYA ( KORBAN LUMPUR LAPINDO ). BAGAIMANA BISA HIDUP LEBIH LAMA UNTUK WARGA DESA YANG JELAS-JELAS BERPENGHASILAN DARI BERCOCOK TAMAN UNTUK MENDIAMI WILAYAH “REAL-ESTATE” SEPERTI “KAHURIPAN NIRVANA VILLAGE”… ???? COBA KALAU MEMBERIKAN STATEMENT ITU YANG JELAS PAK ADE….!!!!! WARGA TIDAK BUTUH INFRASTUKTUR DAN RUMAH YANG MODEL “AMERIKA” SEGALA, TAPI WARGA SANGAT MEMBUTUHKAN PENATAAN KEHIDUPAN YANG LEBIH LAMA, KEMBALIKAN LAGI KONDISI WARGA SEPERTI SEDIAKALA, YANG HIDUP-NYA PETANI KEMBALIKAN PERTANIAN MEREKA LAGI, YANG HIDUPNYA DARI PETAMBAK JUGA KEMBALIKAN MEREKA SEBAGAI PETAMBAK LAGI, ITU YANG MEREKA BUTUHKAN….!!!!! BUKAN “REAL-ESTATE”-NYA….!!!! GU..OBLOK KHOK GAK MARI-MARI…!!!!! SUDAH DAPAT “SANGU”BERAPA DARI LAPINDO PAK ADE….!!!!! SUARANYA KHOK TIDAK BISA LANTANG DI DPR-RI DALAM MEMPERJUANGKAN KORBAN LUMPUR SECARA “MANUSIAWI” DAN “BERKE-ADILAN”….!!!!!

  3. ahmad888 mengatakan:

    Stuju ma ms Agus aj deh….hehehe….memang sekarang ga da pemimpin yg berjuang demi rakyat tapi yg da berjuang demi perutnya …..Kelima2nya bukan figur pemimpin seperti yg sudah dicontohkan oleh Kanjeng Rasulullah Muhammad SAW……

  4. agung mengatakan:

    Kompas. Senin 7/8/08
    Tidak ada satupun calon gurbernur Jatim dalam kampanyenya mempunyai visi mengenai lumpur Lapindo.

    Jadi selamat mempunyai pemimpin yang mengorbankan korban lumpur Lapindo. Memang terbukti kalau pemimpin dan alim ulama di Jawa Timur senangnya berpolitik untuk kepentingan partai dan pribadi bukan untuk rakyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: