Kejagung Perlu Dalami Kotak Hitam Pengeboran Lapindo

Kejagung Perlu Dalami Kotak Hitam Pengeboran Lapindo

Senin, 14 Juli 2008 | 20:52 WIB

JAKARTA, SENIN Pihak Kejaksaan Agung perlu mendalami kotak hitam pengeboran PT Lapindo Brantas. Keterangan dalam kotak hitam itu dapat memberi petunjuk atas dugaan kesalahan teknis atau kesalahan manusia (human error)  dalam kasus semburan lumpur Lapindo.

Hal itu dikatakan ahli pengeboran sumur minyak dan gas bumi Robin Lubron dan Mustika Saleh saat bertemu Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Abdul Hakim Ritonga di Jakarta, Senin (14/7). Hadir juga perwakilan korban semburan lumpur Lapindo yang antara lain didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Masyarakat.

Menurut Robin, pendapat yang dilontarkan para pakar terhadap kasus semburan lumpur Lapindo selama ini berbeda-beda. Namun, salah satu petunjuk yang dapat menjadi acuan dan digunakan  kejaksaan  menangani dugaan pidana kasus  semburan lumpur Lapindo itu adalah kotak hitam pengeboran.

Mustika yang juga mantan Wakil Direktur Utama Pertamina menambahkan, kotak hitam pengeboran berisi keterangan atau parameter pengeboran, seperti tekanan pengeboran. Ia menambahkan, dalam pembahasan para pakar internasional, juga diungkap bahwa semburan lumpur Lapindo lebih disebabkan oleh kesalahan teknis.

Sementara itu, Taufik Basdri dari LBH Masyarakat mengungkapkan, berkas kasus dugaan tindak pidana semburan lumpur Lapindo saat ini ditangani Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Namun, berkas itu belum dilimpahkan ke pengadilan dan beberapa kali  dikembalikan ke Kepolisian Daerah (Polda) Jatim untuk dilengkapi.

Abdul Hakim mengatakan, pihak kejaksaan baru dapat memajukan berkas kasus pidana jika pembuktian benar-benar mendukung. Persoalannya, para ahli pun saat ini berbeda pendapat soal penyebab semburan lumpur Lapindo.

Petunjuk berupa kotak hitam, lanjut  Abdul Hakim, sangat penting bagi pihak kejaksaan. Selain itu, keterangan para ahli juga  penting untuk menjelaskan penyebab kasus semburan lumpur Lapindo. ”Kasus semburan lumpur itu berada di bawah tanah. Jaksa tidak tahu. Yang tahu kan para ahli,” katanya.

Mustika menambahkan, pihaknya sebenarnya telah memberikan penjelasan mengenai pentingnya keterangan dalam kotak hitam pengeboran kepada Polda Jatim. Kotak hitam itu juga sekarang sudah berada di Polda Jatim.

http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/14/20522946/kejagung.perlu.dalami.kotak.hitam.pengeboran.lapindo

2 Balasan ke Kejagung Perlu Dalami Kotak Hitam Pengeboran Lapindo

  1. nenyok mengatakan:

    salam
    Ya pastinya pihak lapindo membela diri lah, maunya dinyatakan pure bencana alam, bukan karena human error kan? biar ga terlalu banyak tanggung jawab terhadap korban lapindo, yang terjadi ya suah terjadi yang penting gimana tuh menyelesaikan masalah para pengungsi alias para korban lapindo, iya tho..*sok tahu*

  2. Tonas mengatakan:

    LAPINDO BRANTAS INC. TEGASKAN
    DATA-DATA PENGEBORAN MENUNJUKKAN TIDAK ADA HUBUNGAN
    ANTARA PENGEBORAN SUMUR BANJARPANJI-1
    DAN SEMBURAN LUMPUR DI SIDOARJO

    Jakarta, 15 Juli 2008 – Lapindo Brantas Inc menegaskan bahwa data-data pengeboran sumur eksplorasi Banjarpanji-1 milik Lapindo telah ada di tangan pihak yang berwenang. ”Sejak awal penyidikan, semua data termasuk data mud logging unit yang juga merekam data tekanan pengeboran telah diserahkan kepada pihak Kepolisian Daerah Jawa Timur,” kata Yuniwati Teryana, Vice President Relations Lapindo Brantas Inc.

    Mud logging unit adalah satu perangkat alat dalam pengeboran yang berfungsi, antara lain, untuk melakukan pengamatan dan perekaman proses pengeboran.

    Menurut Yuniwati, sebenarnya dalam dunia pengeboran tidak ada istilah black box, tetapi yang benar adalah data pengeboran yang terekam di mud logging unit. ”Data-data tersebut juga telah banyak dipublikasikan dan disampaikan pada seminar-seminar ilmiah, sehingga telah menjadi ’domain’ publik,” katanya.

    Yuniwati menyampaikan bahwa data-data pengeboran sumur eksplorasi Banjarpanji-1 itu justru menunjukkan tidak ada hubungan antara sumur ekplorasi Banjarpanji-1 dan semburan lumpur di Sidoarjo.”Data-data tekanan pengeboran menunjukkan secara pasti bahwa tekanan lubang sumur lebih rendah daripada kekuatan batuan (dinding sumur). Hal ini berarti bahwa ‘casing shoe’ yang merupakan bagian terlemah dari sumur bahkan tidak pecah,” ujar Yuniwati.

    Di samping itu, tambah Yuniwati, juga terdapat data lain yaitu hasil survey ‘sonan log’ yang menunjukkan tidak adanya aliran di belakang ‘casing’ sumur. ”Fakta ini membuktikan bahwa ‘casing shoe’ tersebut tidak pecah,” kata dia.

    Pernyataan mengenai data-data pengeboran ini dikeluarkan terkait dengan pemberitaan di berbagai media tentang tuntutan beberapa pihak agar pihak yang berwenang melakukan penyelidikan melalui black box atau (kotak hitam) pengeboran oleh Lapindo Brantas, Inc.” Kami berharap klarifikasi ini bisa meluruskan informasi yang tidak tepat yang bisa menyesatkan pemahaman publik atas fenomena semburan lumpur Sidoarjo,” demikian Yuniwati Teryana. ###

    Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi:

    Yuniwati Teryana
    Tel: 021 – 5290 6336
    Fax: 021 – 5290 6335

    GIMANA PAK-DHE AND TEMEN-2 MENYIKAPI PENYATAAN DIATAS….?????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: