Pemerintah Akan Tinjau Hasil Arbitrase Lapindo

Pemerintah Akan Tinjau Hasil Arbitrase Lapindo
Selasa, 15 Juli 2008 | 22:30 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mengatakan pemerintah akan meninjau hasil persidangan arbitrase internasional yang menyatakan Lapindo Brantas Incorporated kalah.

Menteri Purnomo mengaku pemerintah belum menerima laporan adanya arbitrase tersebut. “Kami akan cek dulu, karena kami belum pernah dapat laporan ada
arbitrase Medco dengan Lapindo,” kata Purnomo di Jakarta, Selasa (15/7).

Pemerintah, lanjut dia, akan mencari informasi tentang arbitrase tersebut. Dia menambahkan, pemerintah tak dilibatkan dalam proses arbitrase tersebut. “Kami tak pernah dipanggil untuk menjadi saksi,” ujar Purnomo.

Hasil putusan Badan Arbitrase Internasional menyatakan bahwa PT Medco Brantas memenangkan gugatan terhadap Lapindo kalah. Majalan Tempo edisi Juni tahun lalu menyatakan, dalam gugatan itu, Medco membeberkan
sejumlah pelanggaran yang dilakukan Lapindo terhadap perjanjian kerja sama operasi.

Salah satunya soal peringatan Medco agar Lapindo
memasang selubung bor (casing) untuk mengantisipasi kebocoran yang diabaikan. Dalam gugatan itu juga disinggung soal dana provisi untuk kegiatan operasional hulu miogas sebesar US$ 14 juta.

Medco menolak langkah Lapindo yang “membelokkan”dana operasional itu untuk menangani dampak semburan lumpur (Koran Tempo, Senin, 15 Juli).

Yuniwati Teryana, Vice President Relations Lapindo Brantas mengatakan bahwa data pengeboran yang terekam di mud logging unit menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara sumur ekplorasi Banjarpanji-1 dan semburan lumpur di Sidoarjo.

Mud logging unit adalah satu perangkat alat dalam pengeboran yang berfungsi, antara lain, untuk melakukan pengamatan dan perekaman proses pengeboran.

Data mud logging unit tersebut menyatakan bahwa tekanan pengeboran menunjukkan tekanan lubang sumur lebih rendah daripada kekuatan batuan (dinding sumur).

“Ini berarti bahwa casing shoe yang merupakan
bagian terlemah dari sumur bahkan tidak pecah,” ujar Yuniwati.

Yuniwati menambahkan, data survei sonan log menunjukkan tidak adanya aliran di belakang casing sumur. “Fakta ini membuktikan bahwa casing shoe tersebut tidak pecah,” kata Yuniwati.

Data mud logging unit itu, kata Yuniwati, telah diserahkan kepada pihak Kepolisian Daerah Jawa Timur.

Nieke Indrietta-TNR

Iklan

2 Responses to Pemerintah Akan Tinjau Hasil Arbitrase Lapindo

  1. tika berkata:

    Isu Sara Warnai Pemilihan Rektor Untar
    Kamis, 17 Juli 2008, 19:16:42 WIB

    Laporan: Zul Sikumbang

    Jakarta, myRMnews. Adanya isu etnis (SARA) dalam pemilihan rektor Universitas Tarumanegara (Untar) berimbas pada Senat Universitas. Sebab senat yang mendukung salah satu calon kandidat rektor Untar baru akan dibubarkan oleh rektor lama yang sudah masa habis jabatannya.

    “Akibatnya, Untar sampai sekarang belum memiliki rektor baru,” kata salah seorang guru besar Untar yang tak mau disebut namanya ketika dihubungi oleh myRMNews, Jakarta, Kamis (17/7).

    Seperti diketahui, salah satu tugas senat adalah memilih rektor yang akan memimpin sebuah universitas. Tapi karena ada isu SARA, akibatnya, Untar mengalami kevakuman dan belum ada rektor baru. Untuk pemilihan rektor baru Untar, ada dua kandidat yang maju, yaitu Prof Sofia W Alisjahbana yang dicalonkan oleh senat. Kandidat lainnya, Dr Monthy diusung oleh pihak Yayasan Untar.

    “Prof Sofia didukung oleh tujuh guru besar yang merupakan anggota senat. Sedangkan Yayasan Untar bersikukuh menetapkan Monthy. Wakil Ketua Yayasan tidak menginginkan kandidat yang diusung oleh senat. Kan ini bertentangan,” kata guru besar tersebut.

    Karena yayasan bersikukuh untuk menetapkan Monthy sebagai rektor baru, maka rektor lama berusaha membubarkan senat yang belum habis waktunya.

    “Kita menghargai kalau yayasan mengusung seorang calon rektor. Tapi yayasan harus objektif juga lah,” ungkap guru besar tersebut.

    Ketika ditanya, isu SARA yang mewarnai pemilihan rektor Untar, guru besar tersebut enggan berkomentar.

    “Nggak perlulah saya berkomentar,” elaknya. [zul]

    http://myrmnews.com/situsberita/index.php?pilih=lihat_edisi_website&id=61157

  2. agung berkata:

    biasa kan ngeles. ahli politik kan harus tahan malu dan bertahan sampai matipun harus dipaksa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: