Mensos Minta Minarak Berunding dengan Korban Lapindo

17/02/09 17:31

Jakarta (ANTARA News) – Pemerintah meminta PT Minarak Lapindo Jaya berunding kembali dengan korban luapan lumpur Lapindo Brantas di Sidoarjo, Jawa Timur, untuk menyelesaikan masalah pengangsuran sisa pembayaran ganti rugi bagi korban.

“Ini harus dinegosiasikan lagi. Minarak harus menjelaskan berapa yang pasti kemampuan dia, supaya masyarakat mendapat kepastian. Dan yang paling penting harus ada komitmen untuk membayar,” kata Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah selaku Wakil Ketua Dewan Pengarah Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) usai peluncuran logo baru Departemen Sosial di Jakarta, Selasa.

Pemerintah sendiri, menurut dia, menyerahkan penyelesaian masalah tersebut kepada PT Minarak Lapindo Jaya dan belum berencana melakukan intervensi khusus.

“Kita bisa paham, posisi mereka kan lagi jatuh. Kalau dia jatuh mana mungkin dia bisa bayar. Sekarang kita hanya mendorong dia supaya cari pinjaman-pinjaman untuk membayar,” katanya.

Pemerintah, katanya, juga sudah meminta pihak yang bersangkutan termasuk keluarga Bakrie untuk segera menyelesaikan masalah tersebut.

Ia menambahkan, dalam hal ini pemerintah bertindak hati-hati untuk menghindari tuntutan-tuntutan hukum yang mungkin justru dapat merugikan korban dan keuangan negara.

“Di Mahkamah Agung kan dia menang di perkara, kita harus hati-hati karena di sana mungkin dia bisa jadi tak bersalah. Kita harus hati-hati supaya uang pemerintah tidak keluar lagi. Kalau didorong untuk berperkara jangan-jangan akhirnya nanti malah pemerintah yang harus menanggung,” katanya.

Sebelumnya, Vice President PT Minarak Lapindo Jaya Andi Darussalam menyatakan pihaknya tidak sanggup mengangsur pembayaran 80 persen ganti rugi korban lumpur sesuai kesepakatan yang disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 3 Desember 2008.

Menurut kesepakatan antara Nirwan Bakrie dan perwakilan korban luapan lumpur Lapindo, PT Lapindo Brantas melalui PT Minarak Lapindo Jaya akan membayar 80 persen ganti rugi dengan mengangsur Rp30 juta per orang per bulan dan memberi bantuan uang kontrak Rp2,5 juta per orang.

Andi mengatakan, lebih dari 100 anggota korban luapan lumpur sudah menerima angsuran pembayaran ganti rugi, di antaranya ada korban yang menerima Rp30 juta, Rp45 juta, dan Rp60 juta namun selanjutnya hanya mampu membayar angsuran Rp15 juta per orang per bulan karena krisis ekonomi global telah melemahkan kondisi keuangan perusahaan.

Namun demikian, kata Andi, pihaknya akan tetap memenuhi komitmen terkait penyelesaian pembayaran ganti rugi bagi korban luapan lumpur Lapindo.

Di lain pihak, korban luapan lumpur tetap meminta PT Minarak Lapindo Jaya membayar angsuran ganti rugi sesuai kesepakatan dan menolak menerima pembayaran angsuran yang hanya Rp15 juta per bulan per orang itu.

Para korban juga meminta pemerintah mendesak perusahaan tersebut menyelesaikan pembayaran ganti rugi sesuai kesepakatan.(*)

COPYRIGHT © 2009

Satu Balasan ke Mensos Minta Minarak Berunding dengan Korban Lapindo

  1. zaini mengatakan:

    SEPUTAR SEMBURAN LUMPUR PANAS
    Saya sampaikan pengamatan sementara seputar semburan lumpur panas lapindo semoga
    menjadi masukkan yang sangat penting, adapun beberapa hal yang saya sampaikan
    berikut antara lain :

    1.PUSAT SEMBURAN DITENGGELAMI BETON.
    Efeknya adalah getaran di dalam dari tenggelamnya beton. Sedangkan pada sumur pusat semburan tanah didalamnya sensitif akibat dari kebocoran pengeboran. Penumpukan beton akan mengakibatkan air bertekanan tinggi yang menghasilkan lumpur panas menerobos dan menggerus tanah disekitar pusat semburan. Sehingga terjadi pelebaran diameter yang mengakibatkan semburan makin besar. Pelebaran diameter juga dapat diakibatkan karena lamanya waktu semburan yang hampir selama 4 tahun. Kalau pusat semburan makin besar mungkin semburan liar yang terjadi berkurang itu karena air bertekanan tinggi lebih cenderung fokus pada ruang yang lebih besar (pusat semburan). Kalau semburan liar yang terjadi setelah pelebaran diameter itu merupakan air bertekanan tinggi terperangkap dalam jumlah yang sangat kecil sehingga semburan liar yang terjadi berlangsung dalam waktu yang tidak lama. Tentang semburan liar terjadi suhunya tidak selalu tinggi itu karena air bertekanan tinggi mengalami kapilaritas (peresapan) sehingga air bertekanan tinggi tidak mampu keluar dan hanya memberikan gaya pada air tanah sehingga yang keluar kepermukaan hanya air tanah yang bersuhu rendah
    (beberapa semburan liar yang terjadi suhunya rendah dan berlangsung pada waktu yang tidak lama)
    2.FENOMENA SEMBURAN BERHENTI BEBERAPA SAAT
    Itu merupakan penumpukan beton dengan diameter dengan ukuran bervariasi. Karena terjadi penumpukan maka semburan berhenti beberapa saat. Ketika semburan berhenti beberapa saat akibat penumpukan beton, lumpur panas hasil air bertekanan tinggi tidak bisa keluar dan menyebabkan penggerusan lapisan lempung oleh air bertekanan tinggi yang dapat membentuk wadah lumpur, sementara itu air bertekanan tinggi terus-menerus diberikan dari kebocoran pengeboran maka air bertekanan tinggi terus-menerus memberikan gaya pada wadah lumpur, karena volume lumpur sangat besar dan air bertekanan tinggi terus-menerus diberikan dari kebocoran pengeboran, cepat atau lambat lumpur panas hasil air bertekanan tinggi akan keluar. Sementara itu tanah disekitar pusat semburan sensitif akibat suhu tinggi dan getaran dari tenggelamnya beton. Sehingga dengan mudah daerah ini (pusat semburan lebih cenderung dilalui) penumpukan beton tidak lebih kedalaman 200m karena pusat semburan yang terjadi tidak pindah .
    3.KEGAGALAN MENGHENTIKAN SEMBURAN LUMPUR DENGAN BERAT JENIS LUMPUR YANG LEBIH TINGGI
    Selain karena kehabisan lumpur dengan berat jenis lumpur yang lebih tinggi, faktor lain yang mempengaruhi adalah suhu didalam yang sangat tinggi, sehingga lumpur dengan berat jenis yang lebih tinggi juga ikut tergerus.
    4.TENTANG SEMBURAN YANG AKAN DIPREDIKSIKAN BERHENTI DALAM WAKTU 31 ATAU 100 TAHUN.
    Tidak ada yang bisa memprediksikan kapan semburan akan berhenti karena tidak ada yang mengetahui pasti berapa energi yang dipakai untuk menghasilkan semburan lumpur panas. Kalaupun semburan berhenti dari waktu diprediksikan tidak menutup kemungkinan dalam radius beberapa meter akan mengalami ambles atau longsor secara besar-besaran dan dampak lainnya akan menghadang dimasa yang akan datang 
    5.PERTANYAAN SAYA
    a) Bagaimana bisa pusat semburan jaraknya 150m dari pengeboran ?
    b) Apakah pada waktu tertentu pusat semburan memuntahkan atau mengeluarkan lumpur dengan volume lumpur yang lebih banyak ? Mengapa ?
    c) Apakah pada mata air penduduk sekitar pusat semburan air asin ? Mengapa ?
    ( mohon dibalas untuk dugaan dan karya tulis saya)
    6.Kebocoran pengeboran menyebabkan air bertekanan tinggi diantara partikel pasir menekan ke samping telah memberikan ruang gerak air bertekanan tinggi. Sehingga air bertekanan tinggi membuat daerah untuk dilalui. Dan dalam perjalanan mulanya air bertekanan tinggi melewati pori-pori dan meresap yang menyebabkan penggerusan sehingga air bertekanan tinggi membentuk sebuah daerah untuk dilalui, untuk mnghentikan kebocoran rasanya sangat sulit karena air bertekanan tinggi dalam waktu hampir 4 tahun sudah membuat daerah yang lebih luas bergerak. Lakukan pengeboran kembali diantara pusat semburan dengan pengeboran lama sesuai standart pengeboran, sebelum elakukan pengeboran baru tarik garik lurus antara pusat semburan dengan pengeboran lama cari jarak idealnya melaui perhitungan. Bor hingga kedalaman kebocoran, tentukan juga titik potong kedalaman pengeboran baru. Lumpur yang dihasilkan mengandung gas-gas asam yang beracun, semua upaya penanggulangan sudah maksimal, terpaksa menghentikan semburan dengan reaksi kimia, masukkan senyawa kimia ALKALI (HIDROKSIDA) agar bereaksi dengan fluida yang naik dari pusat semburan, masukkan dari pengeboran baru.
    volume senyawa ALKALI (HIDROKSIDA) yang dimasukkan lebih dari atau sama dengan volume debit lumpur yang dikeluarkan dari pusat semburan.
    Untuk memilih senyawa ALKALI(HIDROKSIDA), tentukan dengan viskositas lumpur, suhu lumpur, berat jenis lumpur dan ukuran partikel lumpur atau sesuaikan dengan pertanyaan saya pada nomor 5 poin b dan c. Gerakan fluida karena under grund akan membantu penghomogenan
    7.Untuk penentuannya sebagai berikut:
    A = ½ x B x C x D
                      E
    F² = B²-C²+D²
    ketrangan:
    A = Jarak ideal untuk melakukan pengeboran baru (m)
    B = Kedalaman kebocoran pengeboran (m)
    C = Jarak antara pusat semburan dengan pengeboran lama(m)
    D = Diameter pipa yang digunakan untuk melakukan pengeboran baru (m)
    E = Debit perhari dari pusat semburan (m3)
    F = Kedalaman kebocoran (m)
    Untuk pengeboran baru tidak lebih atau sama dengan kebocoran pengeboran lama.
    (kalau mungkin ada penentuan lain). Kalau bisa dimasukkan dari pengeboran lama tidak perlu melakukan pengeboran baru karena bisa langsung bereaksi.
    Kalau dalam dalam waktu hampir 4 tahun bisa menenggelamkan sekian desa kalau dalam beberapa tahun kedepan berapa desa lagi yang akan tenggelam, ( maaf saya tidak bisa mengirimkan gambarnya melalui email,bila perlu bisa difaks-kan ).
    untuk tamabahan.
    Lumpur yang naik kepermukaan suhunya tinggi dengan disertai gas-gas beracun, NaOH mungkin yang efektif untuk bereaksi dengan fluida yang naik( kalau ada senyawa lain yang lebih efektif)
    prinsip dari metode ini adalah menetralkan fluida yang bersuhu tinggi disertai gas-gas beracun.. NaOH yang dimasukkan akan bereaksi dengan fluida, NaOH juga dapat mengendapkan unsur-unsur logam berat yang ada dalam fluida. Jika fluida netral kebocoran pengeboran akan tersumbat endapan dari reaksi. Efek dari metode ini mungkin adalah mata air penduduk sekitar, pH mata air penduduk akan sedikit meningkat. (pertanyaan pada poin c) (mungkin ada senyawa lain yang lebih ekfetif).
    Kalau bisa Sebelum melakukan metode tersebut pastikan sumur yang dilakukan pengeboran miring dalam keadaan tdak berfungsi agar senyawa yang dimasukkan hanya fokus tertuju pada pusat semburan dan beberapa semburan yang terjadi disekitarnya
    (bisa disampaikan pada ahlinya)

    Pengamatan saya hampir 4 tahun dan kejanggalan beberapa teori untuk semburan lumpur panas lapindo :

    1.TEORI UNDERGRUND
    Harusnya ada 2 pusat semburan diarah berlawanan diantara lokasi pengeboran.
    2.TEORI MUD VULCANO / DANAU LUMPUR
    Tidak dapat di pungkiri lumpur yang keluar berasal dari lapisan lempung akibat penggerusan air bertekanan tinggi.
    3.TEORI GEMPA BUMI
    Kalau menurut pengaruh gempa diyogyakarta harusnya terjadi gerakan spontan. Begitu gempa diyogya berlangsung, harusnya beberapa menit efeknya juga berimbas pada pusat semburan. Tapi yang terjadi selang waktu 2 hari (bila diizinkan saya bisa langsung dijelaskan dilokasi )
    4.FENOMENA PUSAT SEMBURAN MENGELUARKAN MINYAK
    Jika diizinkzn saya ingin menanyakan kapada pihak pengebor yang dulu dan ahli geologi untuk memperkuat dugaan saya. Mungkin pertanyaan ini bisa bermanfaat.
    5.KESIMPULAN SAYA DALAM PENGAMATAN HAMPIR 4 TAHUN
    Berdasarkan fakta dilokasi kejadian sulitnya upaya penaggulangan karena kemiringan naiknya fluida
    jika terbentuk endapan dan fluida netral (pusat semburan tidak mengeluarkan gas-gas) dengan ditambah senyawa alkali berlebih maka secara tidak langsung endapan hasil reaksi akan menekan pergerakan fluida.
    Sebelumnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kalau kata-kata saya berikut sedikit menyinggung dan kritik.
    Menghentikan aliran fluida dengan menyuntikan semen. Berapapun ribu ton semen yang disuntikan pasti akan terseret oleh aliran fluida, ditambah lagi lebih cenderung akan menyebabkan semburan baru. 
    JIKA DIIZINKAN DAN DIBERI KESEMPATAN SAYA BISA JELASKAN SEMUANYA LANGSUNG DILOKASI KEJADIAN

    Bila perlu lakukan prcobaan sederhana dengan prosedur sebagai berikut:

    1. Buat tempat lempung / clay dengan panjang (dalam skala dilokasi kejadian) dan lebar seperlunya.
    2. Bawah tempat lempung berikan zat cair secukupnya (sesuai unsur/ karekteristik fluida yang
    naik kepermukan dilokasi kejadian) dari luar tempat lempung (fluida menekan kesamping).
    Bila
    3. Masukkan wadah dalam bentuk tabung hingga fluida menekan kesamping (dalam skala dilokasi kejadian)
    atau lebih dalam lagi.
    4. Buat kebocoran wadah tabung (dalam skala dilokasi kejadian)
    5. Berikan suhu dan tekanan sesuai dilokasi kejadian
    (bila perlu diatas lempung beri air untuk membuktikan semburan liar yang terjadi dilokasi kejadian)
    6. Amati yang terjadi
    7. Lakukan prosedur dari tulisan poin 6 da untuk tambahan
    8, Amati yang terjadi
    9. Bila perlu lakukan prosedur diatas dengan menyuntikan semen atau menambahkan lumpur dengan berat jenis yang lebih tinggi atau bisa juga membuktikan bagaimana ditenggelami beton.

    kejadian semburan lumpur disidoarjo berbeda dengan di Riau baru-baru ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: