Pengadilan Lapindo Terhambat Perbedaan Pendapat Ahli

Senin, 11 Mei 2009 | 19:31 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kejaksaan Agung menyatakan bahwa kasus lumpur Lapindo tidak dapat dibawa ke persidangan jika pendapat ahli masih berbeda. “Keterangan ahli harusnya satu pendapat,” kata Jaksa Agung Hendarman Supandji, dalam rapat kerja antara Komisi III dan Kejaksaan Agung di Senayan, 10 Mei 2009.

Hingga saat ini ada dua pendapat ahli mengenai semburan lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo. Tiga ahli menyatakan bahwa semburan lumpur merupakan akibat dari pengeboran yang dilakukan oleh PT Lapindo Brantas.

Adapun sembilan ahli menyatakan bahwa luapan lumpur bukan disebabkan oleh pengeboran PT Lapindo. Semburan justru dipicu gempa tektonik yang berpusat di Bantul, Yogyakarta, 27 Mei 2006. Para peneliti menyatakan bahwa kandungan air dalam lumpur mengandung isotop yang berasal dari batuan di kedalaman 20ribu kaki, sedang pengeboran Lapindo baru mencapai 9 ribu kaki.

Hendarman mengatakan bahwa penyidik kasus tersebut akan melakukan unifikasi keterangan ahli tersebut. “Unifikasi diperlukan agar keterangan tersebut mendukung bukti-bukti,” kata dia.

FAMEGA SYAVIRA

7 Balasan ke Pengadilan Lapindo Terhambat Perbedaan Pendapat Ahli

  1. Pandora UK mengatakan:

    Thank you so much for providing individuals with an exceptionally breathtaking possiblity to read articles and blog posts from here. It can be very enjoyable and as well , packed with a lot of fun for me and my office acquaintances to search your web site really three times in a week to read the new things you have. And indeed, I am just always impressed for the special principles you give. Some two ideas in this posting are certainly the most suitable we have had.

  2. lodysetiadi mengatakan:

    Perbedaan pendapat antara yang pro dan kontra
    Masalah lumpur lapindo 100% dapat diatasi/dicontrol
    oleh putra2 terbaik bangsa ini……kenapa tidak dilakukan

  3. eko putra mengatakan:

    Tragedi Lapindo harus segera diselesaikan,baik oleh pemerintah maupun pihak yg terkait agar pemerintah mempunyai tanggung jawab yg positif terhadap negara yang berkedaulatan rakyat ini….”Malu”…kan dengan negara tetangga kita masak Indonesia yg kaya akan SDA koq rakyatnya ada yg terlantar gara2 SDA itu sendiri,bukan gengsi ataupun untuk kepentingan golongan tapi disana ada warga negara kita yang menderita karenanya.Saya rasa cukup sudah penderitaan mereka selama lebih dari 2 tahun ini.Salam untuk kedaulatan rakyat.

  4. yayan mengatakan:

    lapindo merupakan pelanggaran ham luar biasa karna sudah merampas hak2 masyrakat

  5. sentot mengatakan:

    Saya adalah salah satu korban lumpur lapindo
    sampai saat ini saya masih bertanya2 kira2 lapindo punya kemampuan tuk membayar smua aset warga apa tdk???
    menanggapi comment p tonas di atas, kalau JK gak kepilih jd presiden apa kira2 pembayaran lapindo ke warga akan macet?lha wong skrg ada orang gak kepilih jd caleg menarik kembali sumbangannya.
    pro p tonas:ketemu lagi dgn sy bos…..
    Kondisi di lapangan dlm proses pembayaran 80% korban lapindo klik di sini

  6. Tonas mengatakan:

    Kalau mau lihat Capres dan Cawapres RI yang benar-benar layak untuk memimpin NKRI, maka coba Kita tanyakan yang amat sederhana untuk Bagaimana TINDAKAN REAL-nya penanganan para Korban Lumpur Lapindo supaya bisa terlepas dari keterpurukan selama 3 tahun ini. Bukan hanya Janji-2 Angin Surga saja

  7. Nanang mengatakan:

    kok belum selesai selesai sih.. dah tu kan bencana alam… jadi yah soal korbannya di bedol desa aja jaya wonogiri dulu. klo memang hukunya harus ada biaya ganti rugi ya segera diselesaikan tetapi gak usah berlaru2 seperti ini kasihan udah 2 tahun lebih masih terkatung katung memang lapindo menjadi suatu fenomena alam yang sangat unik. semoga cepat terselesiakan. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: