Aktivitas Lumpur Lapindo Meningkat Sebelum Gempa

Minggu, 6 September 2009 13:11 WIB

Lumpur Lapindo (ANTARA/Sapto HP)Jakarta (ANTARA News) – Sebelum gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter yang berpusat di Tasikmalaya, Jabar, aktivitas semburan Lumpur Lapindo di Kabupaten Sidoarjo, Jatim diketahui mengalami peningkatan cukup signifikan.

Deputi Operasi Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Sofyan Hadi di Jakarta, Minggu, mengatakan, intensitas Lumpur Lapindo di pusat semburan teramati mengalami kenaikan selama lima hari sebelum gempa Tasikmalaya yang terjadi pada Rabu (2/9) pukul 14:55 WIB.

“Selama lima hari sebelum gempa, tinggi semburan naik mencapai 3-4 meter dari sebelumnya hanya maksimal 0,5 meter. Namun, saat gempa terjadi, semburan relatif tenang dan sekarang sudah normal kembali,” katanya mengungkapkan.

Menurut dia, fenomena tersebut mengindikasikan adanya korelasi besar antara peningkatan tekanan di sekitar pusat semburan Lumpur Lapindo, dengan aktivitas kegempaan tektonik di wilayah lain.

“Semburan ini `kan` konteksnya sedang terjadi tekanan. Menjelang gempa, tekanan mencapai puncaknya, namun setelah gempa, tekanan kembali tenang,” ujarnya.

Sejumlah semburan dilaporkan juga terjadi di wilayah Tasikmalaya, pascagempa yang juga dirasakan hingga ke Pulau Sumatra dan Bali tersebut.

Pakar geologi dari Universitas Trisakti, Agus Guntoro mengatakan, memang sangat dimungkinkan semburan Lumpur Lapindo terpengaruh gempa Tasikmalaya, mengingat semburan juga merupakan gejala tektonik.

“Fenomena ini semakin membuktikan, semburan lumpur Sidoarjo disebabkan bencana alam, yakni pergerakan lempeng di dalam bumi dan bukan karena aktivitas pengeboran,” katanya.

Ia menambahkan, adanya gerakan lempeng di tempat lain akan mempengaruhi struktur lempeng di Sidoarjo yang memang sudah terbuka.

Agus juga mengatakan, Lumpur Lapindo yang terus keluar sejak tiga tahun lalu juga membuktikan semburan lumpur merupakan fenomena alam dan tidak terkait dengan pengeboran sumur yang dilakukan Lapindo Brantas.

Berdasarkan analisa suhu dan volume lumpur, lanjutnya, ternyata tidak cocok dengan kondisi zona pengeboran.

“Kalau terkait sumur pengeboran, tentunya tidak akan selama ini. Jadi, ini seperti halnya fenomena magma panas bumi yang bisa berlangsung puluhan bahkan ratusan tahun,” katanya.

Lumpur Lapindo diketahui menyembur pertama kalinya di Desa Siring, Porong, Sidoarjo, Jatim pada 26 Mei 2006.

Dengan demikian, keluarnya lumpur sudah mau memasuki tahun keempat.

Semburan yang diketahui merupakan salah satu fenomena “mud volcano” (gunung lumpur) terbesar di dunia, pertama kali keluar di Desa Siring yang berjarak 200 meter dari lokasi pengeboran sumur di Desa Ronokenongo. (*)

COPYRIGHT © 2009

Iklan

6 Responses to Aktivitas Lumpur Lapindo Meningkat Sebelum Gempa

  1. sutrisno berkata:

    Sekali lagi saya sangat prihatin dengan bencana ini mudah mudahan teori saya dapat diterima sehingga segera bisa mengatasi bencana ini terus terang ide ini saya buat selama tiga bulan bagaimana cara bisa menutup semburan lumpur lapindo. Apabila tidak diperhatikan maka akan lebih banyak biaya yang dikeluarkan oleh Perusahaan dan Pemerintah Insya Allah saya yakin teori lengkap dengan cara kerja dan material yang dibutuhkan, yang saya buat sangat bisa digunakan walau cukup sederhana dengan hasil pemikiran saya sendiri bisa hub, saya di hp yang baru karena no, yang kemarin rusak tenggelam di kolam no, baru: 081342536510 terima kasih dari sutrisno palopo sul-sel

  2. yusuf berkata:

    saya berharap dan saya sangat ingin sekali membantu menyelesaikan masalah ini dengan konsep saya.tolong hubungi saya di alamat email saya dan tolong dikirim tentang identitas gunung lumpur lapindo ini

  3. udien berkata:

    saya tu cuma mau nanya,seberapa tinggi semburan lumpur panas lapindo,dan warga yang tinggal di sana sekarang di alihkan kemana?

  4. Kerja Di Rumah berkata:

    Tuhan kembali menegur kita, salah satu bagian dari negeri ini diguncang gempa. Walaupun tidak begitu besar, namun cukup membuat trauma warga yang dilandanya. Sebab Tasikmalaya memang pernah diguncang gempa yang lebih besar.

    Namun, patut disyukuri, gempa kali ini tidak banyak menimbulkan korban jiwa dan kerusakan material. Mudah-mudahan dengan adanya teguran ini bisa membuat kita lebih mendekatkan diri dengan yang maha kuasa.
    Membuat Blog

  5. hery winanto berkata:

    Kasihan yg terkena bencana , sudah di rendam lumpur …eh ,kayaknya opini mau di arahkan ke bencana alam !

  6. bocahbancar berkata:

    Postingan baru tulisan lama ya Pak 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: