Korban Lumpur Lapindo Bakal ke Jakarta Lagi

SIDOARJO – Korban lumpur yang tinggal di luar kawasan peta terdampak lumpur akan nguluruk (mendatangi) Dewan Pengarah BPLS di Jakarta. Mereka menuntut agar dimasukkan peta terdampak dan ganti rugi segera dibayar.

Korban lumpur sudah tidak sabar menunggu kepastian nasibnya. Sebab, selama ini rumah mereka sudah tidak layak huni karena retak-retak akibat penurunan tanah dan semburan baru (bubble).

“Kami memfasilitasi korban Lumpur diluar peta terdampak ke Jakarta. Rencananya dalam minggu ini akan menghadap ke Dewan Pengarah BPLS,” ujar Ketua Pansus Lumpur DPRD Sidoarjo, Sulkan Wariono, Senin (15/3/2010).

Sulkan menambahkan, saat hearing dengan korban Lumpur diluar peta terdampak beberapa hari lalu, semua warga akan ke Jakarta. Namun, akhirnya ada solusi yang ikut ke Jakarta hanya perwakilan saja.

Kawasan yang tidak masuk peta terdampak Lumpur, seperti Siring Barat 4 RT, Jatirejo Barat sebanyak 2 RT, Mindi sebanyak 3 RT. Kemudian juga ada Besuki Timur, Kecamatan Jabon yang terdapat 7 RT.

Pertemuan dengan Dewan Pengarah BPLS, lanjut Sulkan, tak lain menuntut agar kawasan yang sudah tidak layak huni dimasukkan peta terdampak. Sehingga, ada kepastian mereka akan diberi ganti rugi dari pemerintah.

“Selama ini, warga di Siring, Jatirejo dan Mindi hanya diberi uang kontrak rumah, jadup dan uang evakuasi. Setelah kontrak rumah habis, apa penyelesaian selanjutnya. Kami minta korban Lumpur diberi ganti rugi,” urai politisi asal Demokrat ini.

Djarot, warga Siring Barat mengatakan pihaknya mendesak agar kawasan tiga desa itu dimasukkan dalam peta terdampak Lumpur. Salah satu upaya yang dilakukan, dengan menemui Dewan Pengarah BPLS. Karena dewan pengarah yang mengarahkan kebijakan terkait permasalahan Lumpur.

“Kita lebih dari tiga tahun tidak ada kepastian. Menunggu dan menunggu ganti rugi tak kunjung tiba. Diharapkan pertemuan dengan Dewan Pengarah BPLS ada solusi terbaik,” ujar Djarot yang diamini beberapa korban Lumpur lainnya.

M Faqih, perwakilan warga Jatirejo Barat menambahkan, korban Lumpur tidak akan berhenti memperjuangkan haknya. “Kenapa hanya tersisa beberapa RT saja kok tidak dimasukkan peta terdampak Lumpur. Yang kami butuhkan ganti rugi dan segera hidup di lokasi baru yang aman dari Lumpur,” ujarnya.

Siapa saja yang akan berangkat ke Jakarta?. Rencananya, ada beberapa perwakilan yang didampingi Pansus Lumpur yang akan bertemu Dewan Pengarah BPLS. “Kami akan bertemu Joko Kirmanto, Menteri PU sebagai Ketua Badan Pengarah BPLS,” imbuh Faqih.

Dalam menuntut haknya, butuh perjuangan panjang dan melelahkan. Saat pertamakali Lapindo Brantas Inc mau membayar ganti rugi, 2007 silam, Jatirejo Barat yang merupakan bagian dari Desa jatirejo dan Siring Barat yang juga bagian dari Siring, ternyata ditinggalkan karena tidak masuk peta terdampak.

Mereka kemudian berjuang sendiri menuntut dimasukkan peta terdampak. Waktu itu tim independen yang dibentuk Gubernur Jatim sudah menyatakan kalau kawasan Siring Barat, Jatirejo Barat, Mindi dan beberapa desa lainnya sudah tidak layak huni.

Hingga akhirnya pemerintah mau membayar ganti rugi kawasan diluar peta terdampak Lumpur yang ditanggung Lapindo. Kenyatannya, kawasan Siring Barat, Jatirejo Barat dan Mindi tidak dimasukkan peta terdampak Lumpur yang ditanggung pemerintah.

Pemerintah hanya memasukkan tiga desa, yaitu Besuki, Kedungcangkring dan Pejarakan, Kecamatan Jabon. Tiga desa itu kini mendapat ganti rugi dari pemerintah. Namun, warga Siring Barat, Jatirejo Barat dan Mindi hanya gigit jari dan sampai sekarang harus berjuang agar diberi ganti rugi.

(Abdul Rouf/Koran SI/fit)

Iklan

3 Responses to Korban Lumpur Lapindo Bakal ke Jakarta Lagi

  1. lodysetiadi berkata:

    Masalah Lumpur lapindo 100% dapat diatasi/dicontrol oleh putra2 terbaik bangsa ini.

  2. yuyun berkata:

    ganti rugi mungkin tak cukup: !bagaimana nantinya kehidupan mereka yang akan datang bila masalah ini tak dapat diselesaikan dengan sgera ,haruskah mereka menghadapi ini untuk selamanya…………

  3. Trie_samodra berkata:

    Sabar saudaraku,terus berjuang dg santun&tekun,meski hampir ta’ mungkin,tpi tetaplah berjuang wong negara qt py pancasila&nurani koq

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: