Waspadai Lumpur Gunung Tua di Bawah Sidoarjo

Jum’at, 01 Oktober 2010 , 07:53:00
Waspadai Lumpur Gunung Tua di Bawah Sidoarjo
Lumpur Lapindo Ada sejak Zaman Majapahit

Sekelompok ilmuwan Rusia menemukan bukti bahwa lumpur Lapindo terjadi karena aktifnya kembali gunung lumpur tua yang terbentuk pada 15.000–20.000 tahun lalu. Bencana seperti itu ditengarai juga pernah terjadi pada zaman Kerajaan Majapahit.

’’GEMPA BUMI yang terjadi sekitar setahun sebelum letusan lumpur Lapindo merupakan salah satu peristiwa geologi yang membantu pembukaan saluran lumpur. Pergerakan patahan Watukosek yang terjadi terus-menerus telah membantu proses itu lebih lanjut. Gempa bumi yang terjadi dua hari sebelum letusan terjadi juga bisa menjadi sebuah kickoff yang terakhir,’’ ujar Dr Sergey V. Kadurin yang memimpin tim dari Russian Geological Research Institute (VSEGEI) kemarin (30/9).Lumpur Lapindo terjadi sekitar 10 bulan sebelum semburan pada 9 Juli 2005. Saat itu, terjadi gempa bumi dengan pusat tepat di bawah semburan lumpur dengan kekuatan 4,4 skala Richter. Kemudian, diikuti sebuah gempa lagi 16 hari sebelum semburan lumpur yang berjarak sekitar 450 kilometer dengan kekuatan 5,5 skala Richter. ’’Lalu, dua hari sebelumnya (27/5/2006), terjadi gempa 6,3 skala Richter di Jogjakarta yang berjarak 185 kilometer dari semburan lumpur,’’ jelasnya.

Sebanyak 20 peneliti lembaga itu yakin lumpur Lapindo terjadi karena beberapa kegiatan seismik yang cukup kuat sehingga mempercepat penyaluran lumpur melalui struktur tanah yang telah ada. ’’Kami menggunakan sistem informasi geologi (Geological Information System–GIS) yang memungkinkan mereka menciptakan sebuah model 3D dari formasi geologi bawah tanah,’’ lanjut dia.Kombinasi gangguan seismik itu lantas mengaktifkan kembali gunung lumpur tua. Melalui gambar 3D, tim Rusia tersebut menemukan adanya struktur dua kanal lumpur yang sangat besar di bawah Sidoarjo. ’’Terdapat dua kanal lumpur besar di bawah sana. Karena itu, kami minta pemerintah Indonesia tidak mengabaikan kemungkinan bencana yang akan datang atau lalai dalam mengambil antisipasi yang tepat,’’ ungkapnya.
Penelitian tersebut diawali dari kunjungan kenegaraan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Jakarta pada September 2007 yang menyerukan hubungan kerja sama yang lebih baik antara Moskow dan Jakarta. Pihaknya tidak ingin ada debat panjang mengenai hasil penelitian tersebut. Tapi, pemerintah harus waspada dan mengambil tindakan sebaik-baiknya. ’’Kalau perlu, evakuasi penduduk di daerah sekitar,’’ tegasnya.
Senior Manager Eksplorasi Pengkajian dan Manajemen Sumber Daya BP Migas (Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas) Awang Harun Satyana mengungkapkan, tragedi serupa dengan lumpur Sidoarjo pernah terjadi pada masa Majapahit. ’’Selain alasan politik, Majapahit mungkin telah mundur oleh deformasi Delta Brantas karena rentetan erupsi gunung lumpur Jombang-Mojokerto-Bangsal di kawasan sepanjang 25 kilometer,’’ katanya.Hal itu terungkap dalam Kitab Pararaton yang ditulis pada 1613 Masehi. Dalam hubungan dengan kemunduran Majapahit, kitab Pararaton mencatat beberapa bencana seperti ’’Banyu Pindah’’ yang terjadi pada 1256 Caka atau 1334 M. Lalu, bencana ’’Pagunung Anyar’’ pada 1296 Caka atau 1374 M. ’’Secara harfiah, Banyu Pindah adalah air yang berpindah dan Pagunung Anyar adalah gunung baru yang bisa jadi itu mud volcano,’’ ungkapnya.Dalam Prasasti Kelagyan (959 Caka atau 1037 M) juga diceritakan, pada suatu hari, Sungai Brantas yang semula mengalir ke utara tiba-tiba mengalir ke timur sehingga memutuskan hubungan negeri Jenggala dan laut, merusak tanaman, serta menggenangi rumah-rumah penduduk. Erlangga bertindak dengan membangun bendungan besar di Waringin Pitu dan memaksa sungai kembali mengalir ke utara. ’’Mungkin, itulah yang disebut bencana ’Banyu Pindah’,’’ jelasnya. (wir/iro)

Satu Balasan ke Waspadai Lumpur Gunung Tua di Bawah Sidoarjo

  1. Kepalasukuk mengatakan:

    Semua itu harus tetap diwaspadai yang penting kita sebagai manusia harus tetap belajar dari sejarah dan tetap bertawakal kepada tuhan YME

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: