Bertahan Selama 50 Hari

Korban Lumpur Gelar Mimbar Bebas

SIDOARJO-SURYA- Meski telah menginap selama 50 hari di depan gedung DPRD Sidoarjo, namun semangat para korban lumpur Lapindo masih tetap membara.

Mereka yang berasal dari Desa Siring, Jatirejo dan Renokenongo Kecamatan Porong, serta warga Desa Kedungbendo Kecamatan Tanggulangin ini, sepakat bertahan di DPRD karena menolak 80 persen ganti rugi dibayar cicilan perbulan. Berkas lahan warga ini sebanyak 77 berkas ganti rugi jual beli.

Dibalik ketidakberdayaannya, mereka menggelar mimbar bebas di depan tenda tempat mereka bermukim sementara. Aksi yang sempat menjadi tontonan warga lain ini, selain diikuti kaum laki-laki juga diminati nenek-nenek.

Semuanya menyuarakan yang sama, menuntut agar ganti rugi segera dilunasi. Selain itu, mereka juga mengecam bupati dan DPRD yang dinilai tidak maksimal membantu penyelesaian ganti rugi korban lumpur Lapindo. “Kami sudah menderita selama lima tahun, mestinya pak bupati sebagai kepala daerah bisa menggunakan kewenangannya,” ujar Ny Wiwik, warga Desa Siring Porong.

Mereka sepakat, akan tetap bertahan di gedung wakil rakyat sampai tuntutan mereka dikabulkan. Selain itu, mereka berharap aksi ini tidak diusir oleh siapapun. “Kami di sini berjuang menuntut hak kami yang ditenggelamkan lumpur Lapindo,” kata Salamun, warga Desa Renokenongo Porong.

Bila nantinya diusir, katanya, mereka sepakat memboyong semua perlengkapan daruratnya dan pindah ke depan kantor gubernur di Surabaya. “Kami akan jalan kaki ke kantor gubernur di Surabaya, dan di sana kami akan mendirikan tenda keprihatinan ini,” ujarnya.

Koordinator korban Lumpur M Zainul Arifin sempat berharap, masalah mereka selesai saat muncul wacana membayar ganti rugi memakai dana talangan APBN. Namun sampai saat ini, warga belum menerima kabar kelanjutan rencana tersebut. “Jadi tidaknya kami belum tahu,” tegasnya. n ain

Satu Balasan ke Bertahan Selama 50 Hari

  1. N Matair mengatakan:

    Sebenarnya masalah lumpur Lapindo itu faktanya telah, sedang dan akan tetap terjadi. Jika saya boleh mempunyai hak bertanya maka saya akan mengajukan pertanyaan : Apakah LUMPUR LAPINDO sampai saat ini sebagai BENCANA ATAU BERKAH? Jika memungkinkan sebagai korban lumpur Lapindo tolong tanyakan hasil ANALISA KIMIA LUMPUR LAPINDO — dengan hasil analisa + komentator pakar + yang bertanggung jawab.
    Saran saya rakyat korban lumpur lapindo jangan menjual tanah anda pada siapapun sebelum bisa menjawab pertanyaam diatas.
    OBJECTIVE dan RASIONAL semuanya bisa TERBALIK.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: