Bubble Muncul Lagi, BPLS Larang Nyalakan Api

Sabtu, 9 Oktober 2010 – 03:10 wib

SIDOARJO – Hampir setiap hari semburan gas bercampur air (bubble) bermunculan di sekitar pusat semburan lumpur Lapindo.
Kini bubble terus bermunculan di Desa Besuki, Kedungcangkring, Pejarakan, Kecamatan Jabon dan sekitarnya. Bubble muncul di belakang rumah Hj Mas’adah, RT 2 RW 3, Dusun Ginonjo, Desa Besuki.

Munculnya puluhan gelembung gas dan air itu membuat kaget penghuni rumah. Pasalnya, bubble muncul persis di belakang dapur rumah yang setiap hari digunakan memasak.
“Pagi-pagi ketika melihat ke belakang banyak gelembung air dan gas. Karena takut terbakar, akhirnya kita membatalkan untuk memasak,” ujar salah satu kerabat Hj Mas’adah, Jumat (8/10/2010).

Bubble yang muncul di belakang rumah Mas’adah baru pertama kalinya. Sehingga membuat keluarga itu panik. Takut bubble itu terbakar seperti yang terjadi di beberapa bubble lainnya, pemilik rumah langsung menghubungi Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS).
Setelah melihat ke lokasi, BPLS meminta agar pemilik rumah tidak menyalakan api di dekat bubble. “Karena ada imbauan agar tidak menyalakan api di dekat bubble, akhirnya kita tidak menggunakan dapur untuk memasak. Terpaksa kita memasak di ruang depan,” imbuhnya.

Warga Besuki banyak yang belum pindah dari rumahnya karena masih menunggu pelunasan ganti rugi. Sampai saat ini, pembayaran ganti rugi untuk warga Besuki, Pejarakan dan Kedungcangkring oleh pemerintah baru mencapai 50 persen. Pelunasan ganti rugi akan dilakukan setelah pelunasan ganti rugi korban lumpur yang dilakukan Lapindo selesai.
Keresahan juga dirasakan warga Desa Mindi, Kecamatan Porong. Pasalnya, kawasan itu juga bermunculan bubble dan terus terjadi penurunan tanah. Sedangkan dalam beberapa hari terakhir banyak bubble yang terbakar, beruntung bubble itu berada di lahan kosong. “Kalau bubble yang terbakar itu di dalam rumah, jadi apa rumah warga,” ujar Jauhari, warga Mindi.

Humas BPLS, Akhmad Zulkarnain mengatakan di kawasan sekitar pusat semburan dengan radius 1,5 kilometer akhir-akhir ini banyak bermunculan bubble. Sebagian dari bubble itu merupakan bubble lama yang sudah mati dan kini aktif menyembur lagi.

“Setiap ada laporan bubble baru kita tindaklanjuti. Jika dikhawatirkan terbakar, kita mengimbau agar jangan menyalakan api di dekat bubble, karena kadar gas metan yang keluar kadang tinggi kadang rendah,” ujarnya.

Pantauan terakhir BPLS, bubble yang muncul di sekitar pusat semburan lumpur Lapindo sebanyak 195 titik. Namun, ketika tiap hari ada laporan bubble menyembur, saat ini bisa dipastikan jumlah bubble terus bertambah.(Abdul Rouf/Koran SI/ram)

http://news.okezone.com/read/2010/10/08/340/380700/bubble-muncul-lagi-bpls-larang-nyalakan-api

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: