Suku Baduy Gelar Ritual untuk Hentikan Lumpur Lapindo

Selasa, 12 Oktober 2010, 21:55 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA–Kantor gubernur Jawa Timur mendapat tamu istimewa. Sebanyak 13 orang suku Baduy, Banten mendatangi kantor gubernuran Selasa (10/12).

Mereka bermaksud minta izin untuk mengadakan acara ritual guna menghentikan semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jatim. Mereka jjuga mengaku diperintahkan oleh tetua adat suku Baduy dan juga telah mendapat restu dari Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah.

Warga Baduy yang menumpang bus Pemprov Banten itu sempat ditemui Wagub Jatim, Saifullah Yusuf, dan beberapa pejabat lainnya. “Silakan kalau mau berdoa untuk menghentikan lumpur. Mudah-mudahan meerka berhasil,” kata Saifullah.

Iman Sholahudin yang juga pemimpin suku mengatakan warga suku Baduy luar ingin membantu untuk  menghentikan luapan lumpur Lapindo. “Kami ingin berusaha menghentikan semburan Lapindo yang sudah menenggelamkan ratusan hektare area permukiman,” kata Iman Sholahudin menirukan kepala Desa Kanekes Kecamatan Leuidaman Kabupaten Lebak Banten.

Menurut pimpinan rombongan, Daenah, yang juga kepala desa Kanekes, Leuwi Damar, Lebak, Banten, mereka juga pernah melakukan ritual untuk membantu warga atau suku lain. Mereka pernah melakukan ritual untuk menetralisir letusan Gunung Galunggung dan Merapi.

Sebagaimana lazimnya suku Baduy –dengan pakaian serbahitam, tanpa memakai alas kaki, dan ikat kepala– mereka turun menuju tanggul lumpur Lapindo. Di situlah mereka membaca doa satu per satu dengan posisi menghadap timur atau ke arah pusat semburan lumpur.

Lalu satu per satu orang Baduy memanjatkan doa dengan cara melepas baju sembari duduk di atas batuan kecil sambil makan dedaunan. Setiap orang Baduy memerlukan waktu sekitar 20 menit untuk berdoa.

3 Balasan ke Suku Baduy Gelar Ritual untuk Hentikan Lumpur Lapindo

  1. Kepalasukuk mengatakan:

    Manusia hanya bisa menyalahkan orang lain, karena itulah kita semua yang masih percaya akan Allah harus selalu introspeksi diri sendiri atas semua kejadian yang menimpa bangsa ini. Agar Allah YME selalu mengasihi kita semua dengan berkatNya. Amin

  2. bambang mengatakan:

    kapan penyelesain relokasi jalan dan utilitas lainnya, banyak sekali yg dikorbankan atas dampak semburan lumpur selain dari ekonomi dan sosial.
    apa yang ditunggu…?
    menunggu korban yang lebih besar..!
    sepertinya masyarakat sekarang sdh menjadi terbiasa dengan kondisi saat ini.
    bagaimana PDAM dgn pipa yg melalayani masyarakat sekitarnya. bagaimana pengguna jalan, apa sdh terbiasa dengan macet..? bagaiman transportasi dan pengiriman apa jg sdh terbiasa…? bagaimana korban apa sdh terbiasa jadi korban atau melihat korban..?
    semoga dosa atas perbuatan manusia pembuat terhadap manusia korban mendapat ampunan dari ALLAH SWT.

  3. agung.s mengatakan:

    untuk usaha sich boleh2 saja……tapi yang lebih penting usaha untuk mengerti apa maunya alam saat ini sampai alam melakukan revolusi…..
    sedikit sebagai bahan pemikiran tentang mau alam…
    alam punya nyawa dan keinginan.
    alam menginginkan para alim ulama’ dan umaro’ untuk mencari sesosok manusia yang membawa simbol dari “IMAM MAHDI” karena HANYA orang ini yang dipercaya allah untuk membawa tutup daripada semburan lumpur lapindo yang tak kunjung berhenti dan takkan berhenti mengeluarkan lumpur sebelum dipertemukan.
    keterangan lebih lanjut silahkan hub wacanagong@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: