Tembok Rumah Warga di Siring Barat Roboh

Selasa, 02/11/2010 12:30 WIB
Tembok Rumah Warga di Siring Barat Roboh
Suparno – detikSurabaya
Sidoarjo – Wilayah Siring Barat yang berjarak 500 meter dari pusat semburan utama lumpur Lapindo benar-benar dalam kondisi rawan dan berbahaya bagi penduduk sekitar.

Seperti yang dialami Iskanah (42), warga RT 2 RW 1 ini. Tembok rumahnya di sisi kiri roboh dan menimpa tembok rumah tetangganya. Kejadian itu diketahuinya pada pukul 08.00 WIB, Selasa (2/11/2010).

Rumah itu memang sudah satu tahun ini tak ditempatinya seiring seringnya muncul bubble di Siring Barat. Tapi rumah itu tetap dirawatnya. Dia datang empat hari sekali untuk membersihkan lantai dan beberapa barang yang masih ada di rumahnya.

Rumah milik Iskanah ini lebarnya 5 meter dengan panjang 12 meter. Tembok yang roboh dari bagian depan hingga bagian dapur. “Saya ngeri dan takut dengan kondisi rumah saya,” ungkapnya kepada detiksurabaya.com.

Dia berharap rumahnya dan juga rumah warga lain di Siring Barat segera diganti oleh pemerintah atau pihak terkait. “Secepatnya diganti rugi,” ungkapnya sambil menangis.

Hingga saat ini belum ada penanganan dari pihak Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) terkait robohnya rumah Iskanah.

(wln/wln)

Iklan

2 Balasan ke Tembok Rumah Warga di Siring Barat Roboh

  1. Choirul Anam berkata:

    Ingat Bromo yg lagi erupsi kok ingat bencana Lapindo yg sdh duluan meletus? Ada 23 prshan yg ditenggelamkan Lapindo. Diantara prshn itu adalah PT Catur Putra Surya (CPS), pabrik jam di Kel. Siring, Kec. Porong -dikenal dg pabrik jam Marsinah.Marsinah dianiaya d dibunuh di Markas Kodim Sidoarjo pd 5 Mei 1993.Lapindo mulai menyembur sekitar Mei 2006. Lihat bln Mei nya sama, 13 th. Adakah kaitannya? Wa Allohu A’lam.

  2. Nugroho Matair berkata:

    Sangat menyedihkan setiap kali mengunjungi korban lumpur lapindo. Sebagai seorang Anak Bangsa yang berpikir normal selalu ada pertanyaan untuk pemerintah “Mengapa nasib mereka terutama Siring Barat dan sebagian besar korban Lapindo seakan-akan sudah tidak diperdulikan nasibnya?” Bulan yang lalu saya berkunjung ke Siring dan terus terang saja NURANI saya mengatakan kepedulian pada sesama manusia itu sudah memudar, keserakahan, kefasikan, kemunafikan orang tertentu membuat sebagian dari rakyat menderita lahir batin, disharmonik lingkungan sudah pada titik nadir dan masa depan suram adalah bayangan hidup mereka. Saya ada alat lab. dan biarlah alat ini yang mengatakan KEBENARAN jika mau didengar–tanpa imbalan atau kepentingan pribadi saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: