Horee.. Warga Lumpur Lapindo Dapat SHM di Perumahan Elit

Februari 27, 2016

Horee.. Warga Lumpur Lapindo Dapat SHM di Perumahan Elit

SHM LUMPUR LAPINDO
Sidoarjo – Akhirnya, warga korban lumpur Lapindo di Sidoarjo mendapatkan Sertifikat Hak Milik (SHM) pada bangunan rumah di kawasan perumahan elit Kahuripan Nirwana Village (KNV).

Sedikitnya 493 SHM dibagikan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sidoarjo kepada warga korban lapindo yang sebelumnya hanya memiliki Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dalam jangka waktu tertntu.

Nandang Agus Taruna Kepala BPN Kabupaten Sidoarjo mengaku, sertifikat warga korban lumpur lapindo yang diberikan BPN tersebut menindaklanjuti dari sebelumnya pada Rabu (20/1).

Saat itu, Ferry Mursyidan Baldan Menteri Agraria dan Tata Ruang meminta pada BPN, agar sertifikat Hak Guna Bangunan secepatnya diselesaikan menjadi sertifikat Hak Milik.

“Kini tinggal sekitar 200-an berkas milik warga korban lumpur yang masih dilakukan pengkajian ulang, oleh PT MMS, PT Minarak Lapindo Jaya dan BPN,” ujarnya.

Pelayanan yang dilakukan pada hari libur ini merupakan untuk peningkatan pelayanan sertifikat dari HGB ke hak milik. Untuk mengenai biaya, kata Nandang, setiap warga yang mengurus dikenakan biaya senilai Rp50 ribu untuk pembelian blanko dan administrasi.

“Ini merupakan program BPN yaitu royek operasional nasional (Prona) dalam pengurusan sertifikat. Untuk tahun ini jatah Sidoarjo 2000 berkas. Semoga, warga bisa mamanfaatkan program itu, agar semua warga Sidoarjo seluruhnya rumahnya bersertifikat,” ujar dia.

(SS/gnr)


BPLS Waspadai Luberan Lumpur Lapindo

Februari 27, 2016

BPLS Waspadai Luberan Lumpur Lapindo

REPUBLIKA.CO.ID,SIDOARJO — Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) mewaspadai adanya luberan lumpur Lapindo yang ada di dalam kolam penampungan lumpur menyusul terjadinya puncak musim hujan yang ada di wilayah setempat.

Humas BPLS Hengki Listia Adi, Jumat mengatakan saat ini pihaknya masih terus melakukan pemantauan di sejumlah titik tanggul penahan lumpur.

“Saat ini yang menjadi perhatian kami adalah di titik 81 karena ketinggian air dengan bibir tanggul sekitar 50 centimeter. Namun, kondisi itu masih aman saat musim hujan seperti sekarang ini,” katanya.

Ia mengemukakan pemantauan di seluruh tanggul penahan lumpur memang perlu dilakukan setiap hari agar kalau ada retakan atau segala sesuatu yang membahayakan bisa segera dilakukan tindakan.

“Sampai sejauh ini kondisinya masih bisa dibilang aman dan tidak ada kendala yang berarti terutama saat musim hujan seperti yang terjadi sekarang ini,” katanya.

Disinggung tentang kondisi di titik 21 yang berbatasan langsung dengan Jalan Raya Porong, Hengki mengatakan kalau titik 21 sangat aman karena di titik 21 isi kolam penampungannya bukan air, melainkan lumpur yang sudah mengeras, sehingga tidak perlu dikhawatirkan yang terjadi di titik 21 ini.

Namun demikian, kata dia, pihaknya masih terus melakukan pengaliran lumpur ke Kali Porong untuk mengurangi beban yang ada di dalam kolam penampungan utama dari luapan Lumpur Lapindo.

“Pengaliran lumpur dengan menggunakan kapal keruk ke Kali Porong tetap kami lakukan supaya beban yang ada di dalam kolam penampungan berkurang,” katanya.

Ia menyebutkan saat ini sejumlah pompa yang digunakan untuk menguras air di Jalan Raya Porong juga sudah dilepas karena banjir yang ada di kawasan itu sudah surut.

“Begitu pula dengan pompa bantuan milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga sudah dilakukan pelepasan dan diharapkan tidak akan terjadi banjir lagi di wilayah tersebut saat musim hujan ini,” katanya.

Di Sidoarjo, selama beberapa hari terakhir terjadi musibah banjir di sejumlah kecamatan. Dari catatan yang ada tujuh kecamatan dengan jumlah 48 ribu kepala keluarga yang rumahnya terendam banjir.

Banjir juga melumpuhkan jalur kereta api yang melintas di sisi tanggul penahan lumpur Lapindo, Porong Sidoarjo. Akibatnya, PT KAI mengalami kerugian sampai dengan ratusan juta rupiah setiap harinya akibat banjir ini.