BULLHEAD REVERSE SQUEEZE CEMENTING

bullhead.jpgSalah satu penanganan dengan “surface intervention” atau penanganan dari permukaan dibuat oleh seorang rekan Ir. H. Windu Hernowo, Dipl.Eng, MM. Beliau mengirimkannya, untuk supaya menambah alternatif penanganan LuSi binti LuLa.

TECHNICAL DESIGN: BULLHEAD REVERSE SQUEEZE CEMENTING FOR MUD AND GAS KICK PROBLEM AT LAPINDO-PORONG, SIDOARJO, EAST JAVA

PROPOSAL VER 0.0
Prepared by :
Ir. H. Windu Hernowo, Dipl.Eng, MM

Silahkan donload di sini  lapindo-proposal.pdf

27 Balasan ke BULLHEAD REVERSE SQUEEZE CEMENTING

  1. D Nainggolan mengatakan:

    Horas,
    Rasanya aku mengenal dua orang ini, Pak Djoedin dan pak Hernowo. Aku mantan anak buah pak Hernowo waktu di Rantau-Kuala Simpang,Aceh Timur tahun 1991 – 1997. Setelah itu boss aku ini dipindah ke Jakarta tahun 1997. Sedangkan aku masih terus di Kuala Simpang sampai sekarang. Kemudian aku gak ada lagi beritanya selepas 1997, Apakah Masih di Jakarta ataukah sudah ditransfer ke luar Indonesia lagi…????. Karena memang begitulah memang kondisi perusahaan dimana aku dan boss hernowo bekerja, sering dioper-oper ke luar negeri dan masuk ke Indonesia lagi bila dfiperlukan.
    Saya percaya betul kalo proposal boss aku ini bisa menghentikan blow-out lapindo bila dulu dilaksanakan ketika masih baru dan diameter lubang craternya masih kecil.

    Lha sekarang lubangnya sudah sebegitu besar, mungkin sudah gak bisa lagi karena gak ada ukuran packer yang gedenya sampai 100 meter.????####@@%%%

    Semestinya pemerintah mengkaji sebaik mungkin kalo ada ide bagus dan cemerlang seperti ide pak Hernowo ini. Jadinya rakyat gak susah …………….

  2. sego pecel mengatakan:

    mbulet.. dibolan-baleni.. koyok benang ruwet!!

  3. Tadjoeddin mengatakan:

    Mohon ijin, ikut noimbrung disini. Perkenalkan saya H.Tadjoeddin yang punya sedikit pengalaman “kill well” pada beberapa ‘Blow-out” di negeri ini. Saya rasa saya kenal dengan pak Windu-Hernowo pada saat kami bersama2 melakukan kill-well sumur Pasirjadi di Subang yang blow out dan rig kami terbakar. Saat itu saya jadi tukang handle drilling brake dan buka-tutup BOP (Blow Out Preventer) di rig directional drilling dan pak Hernowo saat itu adalah chief engineer di tim Kill-Well nya yang membawahi beberapa orang bule dan crew melayunya. Setelah lama gak ketemu saya ketemu beliau lagi sewaktu menangani blow Out di sumur KSB (Kuala Simpang Barat) di kabupaten Langsa-Aceh Timur. Kondisi di KSB ini sedikit mirip dengan sumur Lapindo ini walaupun besaran dan situasinya berbeda. Setelah bersama lagi dalam beberapa hari di Aceh Timur ini, saya dengar dari ex anak buah/didiknya beliau dipindah keluar Indonesia. Dan kembali lagi tahun 1999 ke Jakarta. Setyelah itu saya tidak lagi mendengar kiprah beliau lagi. Apakah kiranya bapak sudah pension…?.
    Salam hormat saya saja dari Sumatera Utara untuk beliau (Bpk Ir. H.Windu hernowo,MM) beserta keluarganya.
    Mohon ijin, ikut noimbrung disini. Perkenalkan saya H.Tadjoeddin yang punya sedikit pengalaman “kill well” pada beberapa ‘Blow-out” di negeri ini. Saya rasa saya kenal dengan pak Windu-Hernowo pada saat kami bersama2 melakukan kill-well sumur Pasirjadi di Subang yang blow out dan rig kami terbakar. Saat itu saya jadi tukang handle drilling brake dan buka-tutup BOP (Blow Out Preventer) di rig directional drilling dan pak Hernowo saat itu adalah chief engineer di tim Kill-Well nya yang membawahi beberapa orang bule dan crew melayunya. Setelah lama gak ketemu saya ketemu beliau lagi sewaktu menangani blow Out di sumur KSB (Kuala Simpang Barat) di kabupaten Langsa-Aceh Timur. Kondisi di KSB ini sedikit mirip dengan sumur Lapindo ini walaupun besaran dan situasinya berbeda. Setelah bersama lagi dalam beberapa hari di Aceh Timur ini, saya dengar dari ex anak buah/didiknya beliau dipindah keluar Indonesia. Dan kembali lagi tahun 1999 ke Jakarta. Setyelah itu saya tidak lagi mendengar kiprah beliau lagi. Apakah kiranya bapak sudah pension…?.
    Salam hormat saya saja dari Sumatera Utara untuk beliau (Bpk Ir. H.Windu hernowo,MM) beserta keluarganya.
    Mohon ijin, ikut noimbrung disini. Perkenalkan saya H.Tadjoeddin yang punya sedikit pengalaman “kill well” pada beberapa ‘Blow-out” di negeri ini. Saya rasa saya kenal dengan pak Windu-Hernowo pada saat kami bersama2 melakukan kill-well sumur Pasirjadi di Subang yang blow out dan rig kami terbakar. Saat itu saya jadi tukang handle drilling brake dan buka-tutup BOP (Blow Out Preventer) di rig directional drilling dan pak Hernowo saat itu adalah chief engineer di tim Kill-Well nya yang membawahi beberapa orang bule dan crew melayunya. Setelah lama gak ketemu saya ketemu beliau lagi sewaktu menangani blow Out di sumur KSB (Kuala Simpang Barat) di kabupaten Langsa-Aceh Timur. Kondisi di KSB ini sedikit mirip dengan sumur Lapindo ini walaupun besaran dan situasinya berbeda. Setelah bersama lagi dalam beberapa hari di Aceh Timur ini, saya dengar dari ex anak buah/didiknya beliau dipindah keluar Indonesia. Dan kembali lagi tahun 1999 ke Jakarta. Setyelah itu saya tidak lagi mendengar kiprah beliau lagi. Apakah kiranya bapak sudah pension…?.
    Salam hormat saya saja dari Sumatera Utara untuk beliau (Bpk Ir. H.Windu hernowo,MM) beserta keluarganya.
    Mohon ijin, ikut noimbrung disini. Perkenalkan saya H.Tadjoeddin yang punya sedikit pengalaman “kill well” pada beberapa ‘Blow-out” di negeri ini. Saya rasa saya kenal dengan pak Windu-Hernowo pada saat kami bersama2 melakukan kill-well sumur Pasirjadi di Subang yang blow out dan rig kami terbakar. Saat itu saya jadi tukang handle drilling brake dan buka-tutup BOP (Blow Out Preventer) di rig directional drilling dan pak Hernowo saat itu adalah chief engineer di tim Kill-Well nya yang membawahi beberapa orang bule dan crew melayunya. Setelah lama gak ketemu saya ketemu beliau lagi sewaktu menangani blow Out di sumur KSB (Kuala Simpang Barat) di kabupaten Langsa-Aceh Timur. Kondisi di KSB ini sedikit mirip dengan sumur Lapindo ini walaupun besaran dan situasinya berbeda. Setelah bersama lagi dalam beberapa hari di Aceh Timur ini, saya dengar dari ex anak buah/didiknya beliau dipindah keluar Indonesia. Dan kembali lagi tahun 1999 ke Jakarta. Setyelah itu saya tidak lagi mendengar kiprah beliau lagi. Apakah kiranya bapak sudah pension…?.
    Salam hormat saya saja dari Sumatera Utara untuk beliau (Bpk Ir. H.Windu hernowo,MM) beserta keluarganya.
    Mohon ijin, ikut noimbrung disini. Perkenalkan saya H.Tadjoeddin yang punya sedikit pengalaman “kill well” pada beberapa ‘Blow-out” di negeri ini. Saya rasa saya kenal dengan pak Windu-Hernowo pada saat kami bersama2 melakukan kill-well sumur Pasirjadi di Subang yang blow out dan rig kami terbakar. Saat itu saya jadi tukang handle drilling brake dan buka-tutup BOP (Blow Out Preventer) di rig directional drilling dan pak Hernowo saat itu adalah chief engineer di tim Kill-Well nya yang membawahi beberapa orang bule dan crew melayunya. Setelah lama gak ketemu saya ketemu beliau lagi sewaktu menangani blow Out di sumur KSB (Kuala Simpang Barat) di kabupaten Langsa-Aceh Timur. Kondisi di KSB ini sedikit mirip dengan sumur Lapindo ini walaupun besaran dan situasinya berbeda. Setelah bersama lagi dalam beberapa hari di Aceh Timur ini, saya dengar dari ex anak buah/didiknya beliau dipindah keluar Indonesia. Dan kembali lagi tahun 1999 ke Jakarta. Setyelah itu saya tidak lagi mendengar kiprah beliau lagi. Apakah kiranya bapak sudah pension…?.
    Salam hormat saya saja dari Sumatera Utara untuk beliau (Bpk Ir. H.Windu hernowo,MM) beserta keluarganya.
    Mohon ijin, ikut noimbrung disini. Perkenalkan saya H.Tadjoeddin yang punya sedikit pengalaman “kill well” pada beberapa ‘Blow-out” di negeri ini. Saya rasa saya kenal dengan pak Windu-Hernowo pada saat kami bersama2 melakukan kill-well sumur Pasirjadi di Subang yang blow out dan rig kami terbakar. Saat itu saya jadi tukang handle drilling brake dan buka-tutup BOP (Blow Out Preventer) di rig directional drilling dan pak Hernowo saat itu adalah chief engineer di tim Kill-Well nya yang membawahi beberapa orang bule dan crew melayunya. Setelah lama gak ketemu saya ketemu beliau lagi sewaktu menangani blow Out di sumur KSB (Kuala Simpang Barat) di kabupaten Langsa-Aceh Timur. Kondisi di KSB ini sedikit mirip dengan sumur Lapindo ini walaupun besaran dan situasinya berbeda. Setelah bersama lagi dalam beberapa hari di Aceh Timur ini, saya dengar dari ex anak buah/didiknya beliau dipindah keluar Indonesia. Dan kembali lagi tahun 1999 ke Jakarta. Setyelah itu saya tidak lagi mendengar kiprah beliau lagi. Apakah kiranya bapak sudah pension…?.
    Salam hormat saya saja dari Sumatera Utara untuk beliau (Bpk Ir. H.Windu hernowo,MM) beserta keluarganya.
    Mohon ijin, ikut noimbrung disini. Perkenalkan saya H.Tadjoeddin yang punya sedikit pengalaman “kill well” pada beberapa ‘Blow-out” di negeri ini. Saya rasa saya kenal dengan pak Windu-Hernowo pada saat kami bersama2 melakukan kill-well sumur Pasirjadi di Subang yang blow out dan rig kami terbakar. Saat itu saya jadi tukang handle drilling brake dan buka-tutup BOP (Blow Out Preventer) di rig directional drilling dan pak Hernowo saat itu adalah chief engineer di tim Kill-Well nya yang membawahi beberapa orang bule dan crew melayunya. Setelah lama gak ketemu saya ketemu beliau lagi sewaktu menangani blow Out di sumur KSB (Kuala Simpang Barat) di kabupaten Langsa-Aceh Timur. Kondisi di KSB ini sedikit mirip dengan sumur Lapindo ini walaupun besaran dan situasinya berbeda. Setelah bersama lagi dalam beberapa hari di Aceh Timur ini, saya dengar dari ex anak buah/didiknya beliau dipindah keluar Indonesia. Dan kembali lagi tahun 1999 ke Jakarta. Setyelah itu saya tidak lagi mendengar kiprah beliau lagi. Apakah kiranya bapak sudah pension…?.
    Salam hormat saya saja dari Sumatera Utara untuk beliau (Bpk Ir. H.Windu hernowo,MM) beserta keluarganya.
    Mohon ijin, ikut noimbrung disini. Perkenalkan saya H.Tadjoeddin yang punya sedikit pengalaman “kill well” pada beberapa ‘Blow-out” di negeri ini. Saya rasa saya kenal dengan pak Windu-Hernowo pada saat kami bersama2 melakukan kill-well sumur Pasirjadi di Subang yang blow out dan rig kami terbakar. Saat itu saya jadi tukang handle drilling brake dan buka-tutup BOP (Blow Out Preventer) di rig directional drilling dan pak Hernowo saat itu adalah chief engineer di tim Kill-Well nya yang membawahi beberapa orang bule dan crew melayunya. Setelah lama gak ketemu saya ketemu beliau lagi sewaktu menangani blow Out di sumur KSB (Kuala Simpang Barat) di kabupaten Langsa-Aceh Timur. Kondisi di KSB ini sedikit mirip dengan sumur Lapindo ini walaupun besaran dan situasinya berbeda. Setelah bersama lagi dalam beberapa hari di Aceh Timur ini, saya dengar dari ex anak buah/didiknya beliau dipindah keluar Indonesia. Dan kembali lagi tahun 1999 ke Jakarta. Setyelah itu saya tidak lagi mendengar kiprah beliau lagi. Apakah kiranya bapak sudah pension…?.
    Salam hormat saya saja dari Sumatera Utara untuk beliau (Bpk Ir. H.Windu hernowo,MM) beserta keluarganya.
    Mohon ijin, ikut noimbrung disini. Perkenalkan saya H.Tadjoeddin yang punya sedikit pengalaman “kill well” pada beberapa ‘Blow-out” di negeri ini. Saya rasa saya kenal dengan pak Windu-Hernowo pada saat kami bersama2 melakukan kill-well sumur Pasirjadi di Subang yang blow out dan rig kami terbakar. Saat itu saya jadi tukang handle drilling brake dan buka-tutup BOP (Blow Out Preventer) di rig directional drilling dan pak Hernowo saat itu adalah chief engineer di tim Kill-Well nya yang membawahi beberapa orang bule dan crew melayunya. Setelah lama gak ketemu saya ketemu beliau lagi sewaktu menangani blow Out di sumur KSB (Kuala Simpang Barat) di kabupaten Langsa-Aceh Timur. Kondisi di KSB ini sedikit mirip dengan sumur Lapindo ini walaupun besaran dan situasinya berbeda. Setelah bersama lagi dalam beberapa hari di Aceh Timur ini, saya dengar dari ex anak buah/didiknya beliau dipindah keluar Indonesia. Dan kembali lagi tahun 1999 ke Jakarta. Setyelah itu saya tidak lagi mendengar kiprah beliau lagi. Apakah kiranya bapak sudah pension…?.
    Salam hormat saya saja dari Sumatera Utara untuk beliau (Bpk Ir. H.Windu hernowo,MM) beserta keluarganya.

  4. Countryman mengatakan:

    Dari komentar Mas Hernowo jelas sekali beliau belum punya pengalaman hands on di operasi pengeboran ataupun pengertian tentang konsepsi blow out dan well killing operations. Apalagi menyebut2 Bullheading untuk well yang sedang HIDUP dan menyembur paling tidak 150,000 m3/hari di bulan Juli 2007 itu.Betul sebaiknya dipelajari data yang ada di Rovicky.wordpress.com.

  5. joe the mnemonic mengatakan:

    Tidak ada jalan selain di BOM..BOM..BOM.. 1,543 kg Uranium cukup untuk menghancurkan celah dan memadatkan kembali dengan sendirinya..capek liat metode2 basi yang tidak ada solusi nya..ok mudah2an masukan saya dibaca

  6. Hehe mengatakan:

    Ngomong teknik terus…..ada nggak duitnya buat pelaksanaannya….kalau nggak percuma aja capaek mikirnya

  7. mang Ipin mengatakan:

    Lam kompak bung Usil….taariiik juga ,sdh ada komen secuil dari ogut he.he..he..
    btw agak nyimpang dikit neeh,ogut ada kenalan sinshe yang memadukan sistim peng-
    obatan dari Cung Kuo dan sistim medis kedokteran Barat,dia dapat mem
    bantu pasien penderita Leukemia,gagal Ginjal,Jantung koroner/bocor/penyumbatan,
    Diabetes M,stroke/lumpuh or yang sudah Koma,sifatnya non komersil untuk ngebantu
    sesama manusia..kalo ada manfaatnya boleh ngontak 08121031624…bukan iklan lho
    cuma siapa tahu ada yang perlu bantuannya, tariiik !!!!

  8. usil mengatakan:

    Yeee….Mang Ipin mo tau? kadang2 jam 11 malam usil ketawa sendiri,
    kalo ingat celotehnya si Om. Langsung 2 dari 3 cewek anak usil masih
    SMA (yang gede udah college diluar kota) ngomel: “Papa ini, kayak
    orang gendeng!”

    Mang Ipin! pak a_otnaidah sudah muncul lagi di blog RUSI bin RURA ini.
    Tariiiiiik…mang!!!

  9. mang Ipin mengatakan:

    Itu khan logatnya sudara tua ,masa bung Usil gak tahu bahwa si Om Puapang sedang mencoba elmu pancingannya lagi tuk dapat LieHiap punya pencerahan muncul lagi
    iya kaan Om!!! he..he..he ..habis pesanan lemper Shasimi belum dikirim sama bung
    Usil sich!(-O-)…lam kompak selalu.

  10. usil mengatakan:

    Ha?? kebetulan ini, si Om juga udah USIR saya (^_^)…….daaag!

  11. ompapang mengatakan:

    Jangan sayurnara duru Pak Usir, tunggu pak Hernowo menyiapkan tanggapannya, beliau kan harus baca dari awal .

  12. usil mengatakan:

    Ya?? sayang! sudah diberi judul khusus, tapi gak direspon sama mas
    Windu Dipl. Ing.
    Ya wis….usil sayonara dulu, maaf maaf!

  13. usil mengatakan:

    Ya….wis! dodolnya kirim aja diblog ini. Tapi, jangan muter2 kayak si OM….
    bututnya ternyata pesan SUMO dari si Mbak, whalaaah!

    Mungkin pak Windu sudah lupa pesan pak Inyo diatas:
    “Saya tunggu upgrade nya si KEPALA KEBO…..”

    dan juga mari kita tunggu sama2…..

  14. mang Ipin mengatakan:

    Tuuul sekali !!!bung Usil,kita2 mah urang awam yang gak nyaho bahasa Londo dalam
    urun rembug si Kepala Banteng mas Windu Hernowo,apalagi istilah Tekniknya iya gak
    bro?????coman aza melanjuti comment dari dek Inyo diatas kelihatannya biaya yang
    diperlukan cukup significant juga besarnya!pasti LBI cq BPLS akan mikir…..uangnya
    sopo???????seperti ulasan mengenai Bambang Bahriro lagi????fulusnya dari mana???
    ngomong2 soal dari Garut, ogut sebetulnya bawain oleh2 buat Bung Usil n Om Papang
    cuma gak tahu mau dikirim kemana nee????soalnya si Om Papang ada pesan oleh2
    lemper dari mdm Hime,jadinya ogut bawa Dodol Garut aza…..lam kompak truuus!

  15. usil mengatakan:

    Usil optimis banyak yang pingin komen atas idenya pak Windu ini.
    Hanya saja mungkin terkendala dengan bahasa, yang menurut
    papaTITA, sebaiknya “dengan bahasa yang lebih sederhana”

    Mungkin pak Windu bisa translate ke bahasa ibu pertiwi…..agar kita bisa
    rame2 berkomentar-ria. Kalo gak, hanya Dipl. Ing dan Msc saja yang
    bakal ikut komen. Apalagi usil dan mang Ipin, paling2 nonton dari jaoh
    luar arena…..ya gak mang Ipin?

  16. inyo mengatakan:

    Yth. P. Hernowo
    selain info dr mang Ipin yg tlh disampaikan diatas, bapak juga bisa baca2 dulu di:
    https://hotmudflow.wordpress.com/yang-sering-dibaca/
    misal spt: posting Pakdhe Rovicky
    http://rovicky.wordpress.com/2006/08/31/mungkinkah-relief-well-berhasil/
    http://rovicky.wordpress.com/2006/10/01/amblesan-di-porong-itu-sudah-terukur-secara-geodetik/
    dll.
    mungkin kendalanya mesin yg bapak buat adl: subsidence dan mungkin juga hrs tanam casing lagi?

    OK, sy tunggu Upgrade BULLHEAD REVERSE SQUEEZE CEMENTIG, tolong pake bhs yg lbh sederhana(Posting Papa TITA/Juli 24th,2007),

    YTH. PakDhe Rovicky.
    Info teknis kondisi lumpur yg terbaru koq lom update to Pak Dhe?, spt GPSnya Pak Hasanuddin beserta tim dari Geodesi ITM (9/8/06),
    satelit IKONOS, dll.

  17. mang Ipin mengatakan:

    Salam kenal mas Hernowo,selamat bergabung juga di blog ini , untuk detail yang anda
    butuhkan dapat dibuka di BPJ-1 Well Data Sheet ,yang sudah disusun oleh Pak Dhe Rovicky, makasih.

  18. hernowo mengatakan:

    Terima ksasih bisa diterima di blog ini, terus terang saya baru ikut dan miskin informsasi yang baik tentang Lula ini. Jadi bila ada kawan2 ada yang punya informasi tentang detil (geology, operasional dll.) data boleh disedekahkan dan dikirim ke hernowo@barong-energysaver.com. Dan tentunya saya sangat berterimakasih diberi oleh kawan2 yang peduli terhadap kondisi saudara2 kita yang menderita disekitar Lula

  19. mang Ipin mengatakan:

    woooow!!!! bung Usil zangan gitu donk???? ogut malah baru mau ngabari bahwa kita
    semua setuju dengan mandat dari Pak Dhe untuk bung Usil yang mengkomandoi untk
    diskusi di blog Kepala Banteng ini!!!!!!!bravo ….. selamat ya untuk bung Usil******
    lam kompak.

  20. usil mengatakan:

    Om!!! aku dapat beslit baru lagi nih dari pak Dhe.
    Astaga!! ini seharusnya dipegang mang Ipin.
    Dalam beberapa hari usil juga harus absen eh!

  21. Rovicky mengatakan:

    Mang usil terusin saja dikomandoi ya …. Tongkat komando diskusi saya serah terimakan 😛
    Aku lagi keteteran gawean di kantor neeh …. 😮

  22. usil mengatakan:

    Selamat bergabung pak Windu Hernowo!!! gak disangka anda ikut akses
    juga diblog ini. Selamat datang pak!
    Whoo…paket bapak ini pasti akan membuat blog makin semarak
    dan bermutu. Adegan berikutnya, mestinya seruh! Usil pasti
    nonton teruuuus …
    Koq aku jadi mewakili pak Dhe jadinya??? malu ah…

  23. Windu Hernowo mengatakan:

    Betul sekali, saya memang sama sekali tidak mengikuti dari awal diskusi ini dan buta tentang kondisi awal sumur sebelum sumur ditutup. Asumsi saya adalah bahwa sumur asli sudah di abandoned dan menyisakan crater dan semburan Lumpur yang hebat seperti di tv. Disamping itu juga well diagram yang ada diblog ini. Kemudian asumsi lain adalah tidak menggunakan rig lagi untuk melakukan semua usaha ini.

    Bapak, Memang kondisi ini sangat tidak biasa dan harus di handle secara tidak biasa.

    Diasumsikan dilute mud flow ini memiliki sg 2.3 (asumsi 50% air dan 50% silt), maka calculated Static BHP pada 9297 feet adalah 9269 Psi+ surface pressureTentu sebaiknya tinggi rendahnya sg Lumpur ini harus diukur langsung di lapangan.

    Asumsi lain adalah bahwa lobang semburan berbentuk silinderis dengan diameter dibawah 9-5/8” seperti bekas rumah belut / cacing raksasa, tanpa ada rekahan menyamping.

    Dengan asumsi kondisi ini, kita bisa melakukan bore hole CoiledTubing Logging (CTL) untuk menggambarkan bentuk lobang dan trajectorynya. Saya yaqin bahwa pihak lapindo bisa mendapatkan alat ini dengan mudah melalui salah satu International well services company yang ada di Jakarta. Bila kita bisa temukan bagian dinding lobang semburan yang kokoh tanpa rekahan, tentunya kita bisa melakukan reaming untuk membentuk bagian lobang yang diinginkan (sedekat mungkin dengan pusat crater)

    Bila reaming bagian lubang yang kokoh bisa dilakukan di kedalaman lubang crater yang paling dalam, maka dengan adanya data trajectory yang baik, kita bisa melakukan setting Ope hole packer pada tempat tersebut, dan melakukan squeeze cementing secara baik untuk mendorong dan menghantarkan bubur semen ini ke celah-celah pusat crater (9297 feet).

    Namun bila cara diatas tidak memungkinkan ( misalnya, ternyata diameter lubang > 9-5/8”, ada rekahan disekitar dinding semburan), maka altrernarif lain adalah membuat dan memasang modifikasi cementing head yang panjang di surface, dengan menancapkan di mulut lubangnya kemudian dihajar dengan HP Squeeze baik untuk mendorong dan menghantarkan bubur semen ini ke celah-celah pusat crater (9297 feet).saya yaqin semburan bisa dihentikan.

    Dengan cara yang diluar biasa ini, kejadian yang tidak biasa ini bisa diatasi.

  24. Bang Rud mengatakan:

    Kayaknya pak Windu ini nggak mengikuti LUSI binti LULA mulai dari awal. Sehingga dalam proposalnya masih mengasumsikan “borehole” bisa dipakai. Apa dia tidak tahu kalau ada Fishing di borehole yang sudah Stuck di dalam sana? Juga rasanya dia tidak tahu kalau kawah sekarang ini bukan terbentuk dari semburan dari borehole, tapi dari celah/retakan samping, yang bentuknya sudah tidak beraturan lagi. Bagaimana caranya peralatan CTL bisa masuk ke celah2/retakan yang tepat di bawah sana dan tidak tersesat?
    Phase I saja mustahil dikerjakan : Hole Clean Up, gimana ngumpulkan semua Bolton yang sudah tersebar/semburat dan sebagian masuk ke celah2/retakan di dalam sana?

  25. usil mengatakan:

    papaTITA! itu senyumnya…bagaimana koq bisa lebar banget ya???
    Sekarang usil coba…(”) wah!! matanya doang yang nongol!!… kuno!!

  26. usil mengatakan:

    Kayaknya belum ada yang sadar dengan judul ‘KHUSUS” ini???
    Ini namanya menelantarkan upaya pak Dhe.
    Setahu usil, pak Dhe itu orangnya suaaabar, tapi kalo marah….
    bisa2 kita ditraktir ngebakso diatas menara Petronas…heh!

  27. usil mengatakan:

    Makasih pak Dhe! ini dia, sudah dimasukkan khusus pada kolom DISKUSI,
    sesuai pesanan pak Inyo.

    Nah…………silahkan BERTARUNG!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: